Trend Memasak di Jerman | Sosial | DW | 16.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Trend Memasak di Jerman

Semakin banyak orang Jerman yang suka mencoba makanan baru dan bahkan memasaknya sendiri.

Buku resep Jamie Oliver

Buku resep Jamie Oliver

Jika berbicara tentang makanan atau masak-memasak, orang Jerman punya pepatah sendiri: "Liebe geht durch den Magen“, yang artinya: cinta datangnya lebih cepat, jika perut orang yang ditaksir senang. Jadi jika anda sedang jatuh cinta, masaklah sebaik mungkin bagi sang pujaan hati.

Masakan Asing

Bisa dibilang, memasak adalah topik pembicaraan yang tidak pernah usang. Selalu ada saja yang baru. Di Jerman buku-buku resep yang baru terutama bertema masakan-masakan asing, yang bukan masakan Eropa. Misalnya makanan dari Cina, Thailand atau juga dari Arab, misalnya Tajin.

Seiring dengan globalisasi dan semakin terbukanya hubungan dengan negara lain, pengaruh masakan atau bahan makanan asing semakin meresap ke dalam kebudayaan Jerman. Semakin banyak orang suka mencoba makanan baru dan bahkan memasaknya sendiri. Seperti dikatakan Evelyn Bartsch, yang bekerja di televisi Jerman WDR. Walaupun menjadi wanita karir, ia sangat gemar memasak.

"Yang paling saya sukai adalah makanan internasional. Saya mencoba banyak bumbu dari negara-negara lain. Kapulaga, safran, jahe,... semua saya coba. Jadi kadang-kadang tamu yang saya undang makan bertanya, oh apa itu? Enak sekali! Apa bumbunya? Kemudian saya menjawab: coba tebak. Jadinya obrolan tambah seru dan malamnya tambah panjang."

Bollywood Bukan Hanya Film

Berkaitan dengan pameran buku internasional di kota Frankfurt Oktober lalu, yang disebut Frankfurter Buchmesse, semakin banyak buku resep masakan India bermunculan di toko-toko buku. Mengingat negara itu menjadi tamu istimewa di pameran buku di Frankfurt. Sehingga di etalase toko buku di kota-kota lain juga dipajang buku resep masakan India dengan dekorasi yang meriah. Contohnya buku masakan vegetaris asal India, atau juga yang sangat khas India, yaitu: kari. Tapi yang paling memukau adalah buku resep masakan Bollywood.

Begitu melihat buku itu orang pasti bertanya-tanya: bukannya Bollywood itu film? Sampul bukunya berdisain khas Bollywood dan menampilkan foto wanita dan pria yang rupawan. Ya, taktik pemasarannya memang sangat baik. Dengan buku masakan itu, bintang-bintang Bollywood serta India jadi tambah terkenal di Jerman.

Buku itu memuat interview dengan sejumlah bintang, yang berasal dari daerah berbeda-beda di India. Mereka bercerita tentang kota kelahiran mereka, ciri khas daerahnya, makanan khas serta makanan kesukaan mereka sendiri. Misalnya: bintang pujaan hati banyak wanita Shah Rukh Khan, yang berasal dari Pakistan, paling suka menyantap Kebab dari daging domba. Jadi boleh dibilang, isi buku itu 80% informasi tentang sang bintang. Dan resep-resep yang disinggung, pasti bisa ditemukan di buku masakan lain.

Bagi Yang Tidak Punya Waktu Banyak

Bagaimanakah pandangan wanita karir di Jerman tentang memasak? Ya, seperti halnya di manapun, di Jerman waktu sering menjadi kendala paling besar bagi orang yang hobinya memasak untuk mencoba resep baru. Tapi, sekarang ada kabar baik bagi para pekerja, yaitu masakan yang selesai dalam 5 menit. Pencetusnya adalah pemuda berusia 24 tahun, Jamie Oliver. Resep 5 menitnya antara lain: ayam goreng dengan jahe dan bakmi. Dijamin selesai dalam 4 menit 41 detik. Atau juga daging sapi dengan bihun, cai sim dan jamur. Siap disajikan dalam 5 menit 12 detik.

Kerja Sedikit dengan Hasil Memuaskan

Resep-resep ini spesial disiapkan Jamie Oliver untuk orang-orang yang tidak punya waktu banyak untuk memasak. Pemuda berambut pirang asal Inggris itu, belakangan ini sangat tenar di Jerman, setelah terkenal di negaranya sendiri. Apa yang membuat cara memasaknya menarik bagi warga Jerman? Berikut pendapat Natalie Knauer dari perusahaan Dorling Kindersley yang menerbitkan buku-buku Oliver di Jerman:

"Rahasia keberhasilan Oliver adalah kepribadiannya, gaya bahasanya dalam menulis buku serta cara penyampaian yang lucu dan santai. Resepnya juga mudah. Kombinasinya baru, dan disebut “fusion”. Yang membuatnya disenangi kaum muda adalah resepnya yang hanya perlu sedikit tenaga tetapi hasilnya memuaskan. Pada dasarnya ia menggabungkan dua dunia yang dulunya selalu terpisah, yaitu dunia pop dan dunia masak-memasak."

Memasak Itu Mudah

Dalam buku-bukunya Jamie Oliver terutama menekankan, resep masakan harus mudah. Jadi ia tidak membeberkan rahasia lezatnya masakan berdasarkan resep dari restoran atau koki terkenal tertentu. Menurutnya, yang penting dalam memasak adalah, apa yang kita sendiri sukai. Oleh sebab itu resepnya selalu sangat mudah, menggunakan bahan yang mudah ditemukan, dan untuk sehari-hari. Sehingga ia mendapat julukan “naked chef”, atau “koki telanjang” karena prinsip sederhana yang dianutnya.

Apa Saja Yang Diperlukan di Dapur?

Selain Jamie Oliver dari Inggris, yang belakangan ini sedang naik daun adalah Tim Mälzer. Buku-buku resepnya juga bisa ditemukan di sejumlah besar toko buku. Keduanya bukan hanya memiliki acara memasak di televisi, melainkan juga menerbitkan DVD, sehingga penonton dapat dengan tenang mengikuti dan mencontoh cara mereka memasak.

Penampilan mereka tidak seperti koki lain, yang berbaju putih dan memakai topi khas koki. Mereka berdua mengenakan pakaian santai. Dengan memakai T-Shirt bertuliskan “Kuta Bali”, contohnya, Tim Mälzer menyambut penonton dalam DVDnya. Seperti Oliver, Mälzer menganjurkan agar di dapur hanya disimpan peralatan yang benar-benar sering digunakan untuk memasak.

Pisau, cobek, panci, yang disebut Mälzer "hardware“, harus berkualitas baik. Walaupun agak mahal, tetapi tidak mudah rusak. Dan desainnya tidak penting. Sedangkan "softwarenya“, yang harus selalu ada cukup di dapur adalah: gula, garam dan merica. Ditambah juga dengan minyak dari buah oliv, yang punya rasa sendiri. Jika hanya menginginkan panasnya saja tanpa aroma, maka lebih baik menggunakan minyak kelapa.

  • Tanggal 16.11.2006
  • Penulis Marjory Linardy
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPW0
  • Tanggal 16.11.2006
  • Penulis Marjory Linardy
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPW0