Tips Beli Cokelat: Belum Tentu Yang Termahal Juga Yang Paling Enak | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 23.11.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

Tips Beli Cokelat: Belum Tentu Yang Termahal Juga Yang Paling Enak

Menjelang Natal dan Tahun Baru, orang di Jerman ramai-ramai beli cokelat. Pilihan banyak sekali, tapi yang mana yang enak? Ternyata, tidak selalu mahal berarti juga enak dan baik.

 

Seperti apakah rasa cokelat yang sempurna? Yayasan konsumen Jerman Warentest melakukan ujicoba dengan 25 merek cokelat yang paling populer - termasuk Milka, Lindt dan Merci. Ternyata cokelat yang paling mahal malah ada di peringkat bawah.

Warentest memberi peringkat berdasarkan rasa, sentuhan aroma dan "mouthfeel," tetapi juga mempertimbangkan bahan-bahan yang digunakan, apakah mengandung bahan atau bakteri. Lalu ada penilaian atas kemasan dan keakuratan keterangan daftar bahan yang digunakan dalam produksi.

Cokelat terbaik harus terasa lembut dan mengandung cukup banyak kakao, bahan dasar cokelat. Para penguji juga menilai tekstur permukaan cokelat yang harus halus dan tidak ada gelembung udara. Cokelat panjang biasanya terbagi-bagi dalam blok-blok segi empat. Para penguji menilai, apakah bagian-bagian blok mudah dipatahkan, tanpa seluruh cokelat terpecah-pecah atau hancur.

Köln - Schokoladenmuseum (Schokoladenmuseum Köln)

Museum Cokelat di kota Köln

Pemenangnya adalah…

Lalu siapa yang mendapat ranking tertatas di mata para penguji? Ternyata salah satunya adalah cokelat yang belum terlalu dikenal oleh publik internasional. Mereknya "Die gute Schokolade" (Cokelat Yang Baik), yang berasal dari seri produk fair trade. Produk-produk yang mencantumkan label fair trade memperhatikan sistem perdagangan yang lebih adil, yaitu dengan memperhatikan kesejahteraan petani.

Merek lain yang menduduki perangkat teratas adalah produk Swedia Marabou Mjölk Choklad. Selain itu ada merek Merci dan Milka Alpenmilch.

Cokelat dari merek ternama "Lindt" mendapat penilaian baik. Namun kalah dari "Die gute Schokolade", terutama karena kemasan Lindt dianggap menyesatkan konsumen. Bungkus cokelat Lindt misalnya menunjukkan foto tumbuhan vanili, tetapi cokelat tidak mengandung vanili, melainkan hanya ekstrak vanili, bahan buatan yang diberi aroma seperti vanili.

Yang termahal masuk ranking bawah

Cokelat paling mahal yang diujicoba adalah "Milk Chocolate" dari Godiva. Satu cokelat Godiva (100 gram) harganya 6,95 Euro. Namun dalam temuan Warentest, cokelat ini ternyata mengandung lebih banyak nikel daripada cokelat lain yang lebih murah. Warentest menekankan, jumlah nikel dalam cokelat Godiva memang jumlahnya masih cukup rencah untuk bisa membahayakan kesehatan, namun temuan itu membuat Godiva masuk daftar peringkat bawah.

Dari 25 merek yang diujicoba, 15 merek mendapat nilai "baik", sembilan merek mendapat penilaian "memuaskan". Godiva hanya mendapat predikat "cukup".

Lalu, adakah cara mengkonsumsi cokelat yang optimal? Yayasan Warentest merekomendasikan untuk membiarkan cokelat "bernafas" sebentar setelah bungkusnya dibuka, agar aromanya bisa terbentuk. Lalu kalau disimpan, cokelat harus dijauhkan dari produk-produk yang punya aroma kuat, seperti kopi dan teh, agar cokelat itu tidak berubah aromanya. Tips penting lainnya, simpanlah cokelat pada suhu antara 12 dan 18 derajat Celsius.

(hp/ys)

 

 

Laporan Pilihan