Timnas Jerman Tolak Spekulasi, Ingin Fokus Melawan Korsel | Piala Dunia 2018 | DW | 26.06.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Piala Dunia 2018

Timnas Jerman Tolak Spekulasi, Ingin Fokus Melawan Korsel

Die Mannschaft harus mengalahkan Korea Selatan hari Rabu (27/6) jika ingin mulus maju ke babak berikutnya. Jika menang dengan selisih gol lebih dari dua, Jerman masih berpeluang memimpin grup F.

Gol Toni Kroos pada menit ke-95 ketika melawan Swedia bisa menjadi titik balik bagi timnas Jerman untuk tampil lebih baik. Kemenangan atas Swedia menyelamatkan peluang Jerman untuk masuk 16 besar, bahkan untuk memimpin di grup F. Jerman sekarang harus menang dengan sedikitnya selisih dua gol melawan Korea Selatan di stadion Kazan pada hari Rabu.

Dengan hasil lain, Jerman juga memang masih mungkin menembus babak perdelapan final, namun itu semua tergantung dari hasil pertendingan lain di grup F. Teoritis, semua tim di grup F masih memiliki peluang untuk maju. Tapi pelatih Jerman Joachim Löw tidak ingin berspekulasi dengan hitung-hitungan matematis. Dia menuntut seluruh tim agar fokus untuk kemenangan atas Korsel.

Pemain belakang Mats Hummels, yang absen dalam pertandingan melawan Swedia karena cedera leher, diperkirakan akan kembali ke lapangan hari Rabu.

WM 2018 - Training Deutschland | Mats Hummels (picture-alliance/dpa/C. Charisius)

Mats Hummels (FC Bayern) siap diturunkan hari Rabu (27/6) melawan Korsel

"Kami beruntung.."

"Ini bisa menjadi momen besar kami di turnamen, tetapi jika kami kalah dari Korea Selatan atau gagal maju, semuanya tidak berarti apa-apa," kata Mats Hummels.

"Kami sedikit beruntung (melawan Swedia)... Kami sekarang harus menunjukkan dan membuktikan bahwa kami bisa menjadi lebih baik," tambahnya.

Dengan kembalinya Mats Hummels, lini belakang Jerman tetap masih pincang, setelah Jerome Boateng mendapat kartu kuning kedua ketika melawan Swedia dan harus meninggalkan lapangan. Artinya, Boateng tidak bisa diturunkan di Kazan.

"(Melawan Swedia) kami sudah lebih baik daripada Minggu (melawan Meksiko) tetapi belum sebaik yang seharusnya," kata Mats Hummels  kepada wartawan. "(Dengan Korea) akan menjadi permainan yang berbeda, lawan yang berbeda. Kami akan menganalisisnya. Harus melihat apa yang bisa kami lakukan lebih baik.

Di lini tengah dan depan, Toni Kroos dan Marco Reus diyakini tetap akan menjadi motor serangan-serangan ke jantung pertahanan Korsel. Kedua pemain itu yang memegang peran penting dalam kemenangan terhadap Swedia.

Penyerang muda Timo Werner juga yakin, kemenangan atas Swedia akan menjadi pemicu bagi Jerman. "Di ruang ganti, benar-benar terasa  kegembiraan, beberapa pemain hampir tidak bisa mengatakan apa-apa," kata penyerang dari klub RB Leipzig itu. "Saya juga hampir menangis. Ini bisa menjadi titik balik," katanya.

Pemain tengah Jerman Sebastian Rudy, yang cedera patah hidung ketika melawan Swedia, tetapi berharap bisa tampil melawan Korea Selatan dengan menggunakan masker pelindung.

Korsel harus berjuang keras

Bagi Korsel, situasinya lebih runyam, karena kapten kesebelasan Sung Yueng cedera betis ketika melawan Meksiko dan pemain pentingnya Park Joo Ho punya masalah di kakinya.

Bagaimanapun, Jerman tetap harus waspada. Karena sudah banyak pengalaman tim juara bertahan tersingkir di babak poenyisihan grup Piala Dunia, seperti Spanyol pada 2014, Italia pada 2010 dan Perancis pada 2002.

Sementara dua delegasi Asosiasi Sepakbola Jerman DFB akan terkena skors tidak boleh muncul di lapangan. Ketika Toni Kroos membobol gawang Swedia Sabtu lalu, mereka bersorak-sorak dan mendekati serta mengejek tim Swedia, yang hampir memprovokasi kericuhan. Keduanya kemudian secara resmi meminta maaf kepada tim Swedia dan kepada FIFA.

hp/yf (dpa)

 

Laporan Pilihan