Tim Sepak Bola Sister City Jakarta Lawan Berlin dalam Pertandingan Persahabatan | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 01.07.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Sister City

Tim Sepak Bola Sister City Jakarta Lawan Berlin dalam Pertandingan Persahabatan

15 pesepak bola muda Jakarta datang ke Berlin untuk ikut dalam turnamen persahabatan memperingati ultah ke-25 kemitraan Berlin-Jakarta. Berlin terkesan dengan semangat tim Indonesia.

Dalam cuaca panas dengan suhu mencapai 34 derajat Celsius, tim sepak bola Sister City DKI Jakarta bertanding melawan tim BFV Berlin hari Rabu lalu (26/6). Bagi kapten tim Jakarta, Ahmad Athallah Araihan, cuaca panas malah terasa enak karena mirip dengan di Jakarta. Namun bagi pemain tim Jerman, ini cuaca yang cukup ekstrim.

Pertandingan persahabatan ini digelar sebagai salah satu program perayaan 25 tahun kemitraan kota Jakarta dan Berlin. Bidang olah raga dianggap dapat menumbuhkan rasa saling memahami antar bangsa-bangsa.

Tahun 2018 lalu, tiga pelatih sepak bola Jerman dikirim ke Jakarta selama sembilan hari untuk mengarahkan pelatih-pelatih sepak bola Jakarta di bidang taktik dan strategi. Rencana awal hanya rencana kurang dari 10 pelatih yang akan ikut serta, pada akhirnya ada sekitar 100 pelatih mendaftar dengan minat yang sangat besar. Asep Padian yang menjadi ketua pelaksana program tersebut mengaku sangat puas dengan jalannya pelatihan.

Berlin, Jakarta, sepakbola, sister city, Jerman, Indonesia

Asep Padlan, pelatih tim muda sepakbola Jakarta

Kali ini, Asep Padian berkesempatan mendampingi tim Sister City DKI Jakarta untuk mengikuti turnamen persahabatan selama tiga hari. Ini merupakan tim yang dibina oleh Dinas Olah Raga Jakarta dengan program Pendidikan Olah Raga Prestasi Berkelanjutan. Semua pemain berasal dari Jakarta dan sedang mengikuti pelatihan sepak bola di berbagai sekolah sepak bola yang berbeda-beda. Asep Padian sendiri sudah pernah mendampingi tim Sister City DKI Jakarta ke Beijing dan Tokyo.

Jakarta bermain dengan semangat tinggi

Pertandingan Berlin-Jakarta kali ini berakhir dengan skor 2:0 untuk tim tuan rumah. Ade Yemmi yang bernomor punggung 2 menilai, permainan berlangsung cukup bagus, tetapi dia ingin agar tim Jakarta bermain lebih kompak lagi. "Permainan di sini cukup keras dan pintar, tapi kita harus bisa lebih dari mereka,” ujarnya setelah bertanding.

"Kami mendapat pelajaran bagus dari tim Berlin. Mereka bermain cukup baik, kita kalah di postur,” kata Ahmad Athallah Araihan, yang tidak bisa bermain sampai akhir karena kram di kaki. "Tetapi kami unggul di semangatnya,” tambahnya.

Berlin, Jakarta, sepakbola, Indonesia

Ahmad Athallah Araihan, kapten tim sepakbola Jakarta

Pelatih Asep Padian menikmati pertandingan dan mengaku bisa belajar banyak dari persepakbolaan Jerman. "Bagaimana mereka bisa menekan, saat kita pegang bola, mereka cepat datang ke kita,” kata pelatih yang senang dengan tim Bayern München ini.

Pelatih tim Berlin Henry Rehnisch puas dengan permainan anak-anak asuhnya, yang tetap disiplin walaupun cuaca sangat panas. Namun menurutnya, dia juga  belajar banyak dari tim Jakarta.

"Saya melihat semangat para pemain yang besar sekali. Mereka berjuang untuk mendapatkan bola dan tidak takut menghadapi lawan. Mereka bertanding sampai batas akhir dan dengan sepenuh hati", katanya. "Ini juga merupakan motivasi bagi tim kami. Kami juga harus seperti itu dan tidak boleh santai-santai.”

Berkenalan langsung dengan berbagai budaya dan mentalitas

Selain Jakarta dan Berlin, turnamen persahabatan yang berlangsung selama tiga hari ini, 26 sampai 28 Juni  2019; diikuti juga tim sepak bola dari Tokyo dan Beijing. Kedua kota tahun ini juga merayakan 25 tahun kemitraan dengan ibukota Jerman.

Berlin | Jubiläumsfußballturnier im Rahmen der Städtepartnerschaft Jakarta-Berlin - Nach dem Spiel (DW/A. Gollmer)

Tim sepakbola Berlin terlalu kuat untuk Jakarta dan menang 2:0

Pelatih Henry Rehnisch, yang melatih pemain sepak bola remaja di Berlin, menganggap acara pertukaran internasional seperti ini sangat penting, tidak hanya untuk bidang olah raga saja. "Pertemuan seperti ini adalah landasan dari hidup bersama. Tumbuhnya rasa hormat dan berkenalan dengan budaya serta mentalitas yang berbeda hanya bisa dilakukan ketika orang-orangnya bertemu langsung,” jelasnya.

Selain bertemu di lapangan sepak bola, tim-tim sepak bola dalam turnamen persahabatan ini juga bersama-sama ikut serta dalam serangkaian acara yang dipersiapkan oleh pemerintah kota Berlin, seperti pertemuan dengan walikota dan presiden ikatan sepak bola Berlin di Balai Kota, serta tur keliling kota menggunakan perahu.

Asep Padian berharap, melalui kerja sama dengan Jerman yang mempunyai budaya sepak bola kental, persepakbolaan Indonesia bisa menjadi lebih baik. Dari program pertukaran dengan sister city Berlin, dia mengaku bisa belajar bagaimana menjadi panitia penyambutan yang baik. Jakarta bulan Juli 2020 akan menjadi tuan rumah bagi Berlin untuk turnamen U-14.

 

Laporan Pilihan