Thailand tingkatkan keamanan setelah pemboman di Bangkok | dunia | DW | 11.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Thailand tingkatkan keamanan setelah pemboman di Bangkok

Thailand nyatakan siaga keamanan di seluruh negeri, setelah bom meledak di sebuah mall Bangkok Utara Senin malam. Meski tak jatuh korban, kekhawatiran masyarakat meninggi.

Rangkaian Pemboman di Bangkok malam tahun baru 31 Desember 2006

Rangkaian Pemboman di Bangkok malam tahun baru 31 Desember 2006

Menurut polisi Bangkok, bom itu meledak dalam salah satu dari tiga kabin telepon yang berada di muka bioskop sineplex Ractachayothin. Kaca-kaca kabin telepon itu hancur, tapi tidak ada yang cedera. Demikian keterangan jurubicara polisi Bangkok, Kolonel Supisan Pakdinarunart. Dibandingkan rangkaian pemboman awal tahun ini yang menewaskan 3 orang dan menyebabkan puluhan orang lainnya luka-luka, bom kali ini terhitung kecil. Namun pihak kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan.

Berbeda dengan rangkaian pemboman di bulan Januari, kali ini militer Thailand tidak langsung menuduh pihak manapun. Menurut Komandan Kepolisian Bangkok, Adisorn Noncie, pemboman kali ini berbeda dengan pemboman malam tahun baru lalu yang dikaitkan dengan kelompok Islam di selatan Thailand. Noncie mengatakan, bom kali ini tidak bertujuan membunuh melainkan menyebarkan panik.

Tampaknya upaya menyebar panik itu berhasil. Pakar Keamanan Thailand Dr. Panitan Wattanayagorn mengatakan, bahwa sejak rangkaian pemboman di awal tahun itu, masyarakat Thailand kian curiga dan penuh ketakutan. Menurut Dr. Panitan Wattanayagorn,

„Mereka tidak percaya lagi pada sistim hukum yang berlaku. Mereka tidak percaya kepada milisi, polisi maupun militer. Mereka tidak percaya kepada siapa-siapa. Tapi bila kami perhatikan brutalitas yang berkembang, kami juga harus mengakui bahwa situasi sekarang berbeda dengan apa yang kita kenal dulu.“

Panitan Wattanayagorn menambahkan bahwa ia dan masyarakat pada umumnya merasa khawatir atas kekerasan yang berkembang.

Kekhawatiran tidak saja dirasakan masyarakat Thailand. Menurut Otoritas Turisme Thailand, akibat rangkaian pemboman di Thailand, jumlah turis yang datang ke Thailand juga menurun. Memasuki bulan Februari, secara umum jumlah turis turun 6%. Sedangkan dari Asia Tenggara, secara khusus jumlah pengunjung turun 7,3%Sejak rangkaian pemboman awal tahun ini, pihak militer sudah memperingatkan ancaman serangan pada perayaan-perayaan Buddhisme.

Mulai Jumat mendatang Festival Songkran, yakni Tahun Baru Buddhisme akan dirayakan selama lima hari di negara itu. Biasanya di seluruh Thailand berlangsung upacara-upacara menarik, seperti melayangkan ratusan lampion ke angkasa, pesta siram-siraman air, pelepasan kapal-kapal kecil berlilin di danau-danau, dan balapan mengayuh kapal. Jumlah turis yang datang untuk menikmati acara-acara itu biasanya meningkat. Oleh sebab itu, Menteri Dalam Negeri Thailand Aree Wongarija memerintahkan peningkatan keamanan di semua propinsi, khususnya di Bangkok.

Memang sejak pembom di awal Januari itu, baik Australia, Amerika Serikat maupun Selandia Baru mengeluarkan peringatan agar warga negaranya lebih berhati-hati dan tidak menghadiri acara-acara publik di Bangkok. Peringatan ini membuat resah sektor turisme. Dengan acara perayaan seperti Festival Songkran, Thailand masih mengharapkan kenaikan jumlah turis mencapai 15 juta orang, yakni tambahan sekitar 8,5% dari jumlah turis sebelumnya.

Iklan