Tersangka Peledakan Percetakan di Turki Tertangkap | Fokus | DW | 19.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Tersangka Peledakan Percetakan di Turki Tertangkap

Sebuah ledakan terjadi di percetakan buku-buku Kristen di Turki. Saat ini kepolisian di Malatya, Turki, berhasil menangkap lima tersangka.

Di depan gereja di Malatya

Di depan gereja di Malatya

Semuanya laki-laki berusia 20 tahunan. Selain itu polisi juga berhasil mengamankan senjata yang dicurigai. Namun motif dan keterkaitannya masih belum jelas. Mengenainya terbuka semua kemungkinan. Menteri Dalam Negeri Turki Abdulkadir Aksu menjelaskan:

„Ini adalah kasus yang ditangani departemen kehakiman. Makanya penyelidikan dilakukan secara tertutup. Guna melaksanakan investigasi yang menyeluruh dan tidak dapat diganggu, saya tidak akan memberikan keterangan lebih lanjut.“

Dua warga Turki dan satu warga Jerman, ditemukan di sebuah ruangan di gedung percetakan buku-buku Kristen dengan luka di leher. Perusahaan percetakan itu merupakan perusahaan kerja sama Turki dan Amerika Serikat yang berpusat di Malatya sejak 2001. Perusahaan itu biasa menjual salib dan Alkitab. Menurut laporan harian lokal dan pemilik percetakan, sejak lama percetakan itu menerima ancaman tapi tidak ada yang meminta perlindungan ke polisi. Menjawab kemungkinan adanya kegiatan misi keagamaan yang terlarang, Gubernur Malatya Ibrahim Daschöz mengatakan:

„Kami di Malatya tidak menerima laporan mengenai reaksi atau gangguan terhadap kerja misi keagamaan. Tapi terdapat berbagai desas desus mengenainya di kalangan warga. Seperti yang terjadi di mana-mana di Turki.“

Serangan yang terjadi di kota di bagian Anatoli timur itu merupakan puncak kekerasan terhadap umat Kristen di Turki. Ini merupakan serangan keempat terhadap warga Kristen yang terjadi dalam kurun waktu 14 bulan. Februari 2006 lalu terjadi pembunuhan terhadap pendeta warga Italia di kota Trabzon di tepi Laut Hitam. Tak berapa lama kemudian di Samsun, juga terletak di Laut Hitam, seorang pendeta warga Prancis ditusuk pisau dan terluka parah. Januari tahun ini wartawan campuran Armenia-Turki Hrant Dink dibunuh di Istanbul. Dink berasal dari Malatya yang dulunya dihuni banyak warga Armenia.