Teror di Bandar Udara Inggris | Fokus | DW | 10.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Teror di Bandar Udara Inggris

Puluhan orang yang diduga terlibat dalam rencana pemboman beberapa pesawat di Inggris ditangkap pihak kepolisian setempat.

default

Menurut Deputi Komisaris Kepolisian Metropolis London, Paul Stephenson, sebagian besar penangkapan dilakukan di London, beberapa di Thames Valley dan pusat kota Birmingham. Stephenson menambahkan, pencarian akan diteruskan terhadap beberapa alamat yang telah mereka miliki.

Paul Stephenson: "Kami tetap meminta masyarakat untuk tenang, sabar, dan waspada tetapi kami juga tidak akan henti-hentinya menekankan kekerasan yang ditunjukkan plot ini. Singkatnya, plot ini bertujuan untuk melakukan pembunuhan massal dalam skala yang tidak terbayangkan.“

Menurut pihak kepolisian Inggris Scotland Yard, bahan peledak disembunyikan di dalam tas tangan yang diselundupkan ke dalam kabin pesawat. Bahkan menurut berita yang beredar di kalangan media, bahan peledak tersebut dalam bentuk cairan dan baru akan diramu di dalam pesawat. Plot teror ini diduga menjadikan pesawat-pesawat yang terbang dari Inggris ke Amerika Serikat sebagai sasaran utama mereka.

Sebagai reaksinya terjadi kekacauan mendadak di seluruh bandar udara di Inggris.

Menteri Transportasi Inggris Douglas Alexander: "Pagi ini seluruh bandar udara di Inggris dan semua maskapai penerbangan yang beroperasi ke dan dari Inggris diminta untuk meningkatkan prosedur pengamanan. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan maksimal dalam seluruh penerbangan sehingga para penumpang pesawat dapat meneruskan rencana perjalanan mereka. Namun, jaminan keamanan maksimal berarti gangguan bagi para penumpang dengan penundaan di semua bandar udara Inggris.“

Masih menurut Alexander, dalam prakteknya ini berarti semua tas tangan kini tidak lagi boleh dibawa ke atas pesawat. Melainkan harus diserahkan bersama koper besar lainnya. Benda-benda yang boleh dibawa ke kabin pesawat, antara lain hanyalah obat-obatan dan perlengkapan bayi bagi mereka yang bepergian dengan bayi. Namun, susu botol bayi pun harus dicoba terlebih dahulu oleh para orangtua di hadapan petugas, sebelum diijinkan untuk dibawa ke dalam pesawat. Karena menurut keterangan kepolisian, para teroris berencana memasukkan bahan peledak cair dalam kemasan yang seolah-olah botol susu bayi. Maskapai penerbangan British Airways juga secara tegas melarang penumpangnya untuk membawa seluruh alat elektronik termasuk laptop dan telepon genggam.

Pengaturan kemanan lebih ketat dilakukan pada penerbangan ke Amerika Serikat. Para penumpangnya selain harus melewati lapisan kemanan kedua sebelum memasuki ruang untuk boarding, juga tidak diijinkan membawa cairan dalam bentuk apa pun.

  • Tanggal 10.08.2006
  • Penulis Vidi Legowo
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CJbx
  • Tanggal 10.08.2006
  • Penulis Vidi Legowo
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CJbx