Terbunuhnya Dua Karyawan Lepas DW di Afghanistan | Fokus | DW | 09.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Terbunuhnya Dua Karyawan Lepas DW di Afghanistan

Suasana berkabung menyelimuti Deutsche Welle karena dua wartawan free lance-nya terbunuh di utara Afghanistan. Karen Fischer dan Christian Struwe ditembak orang tak dikenal hari Jumat(06/10) malam.

Polisi Afghanistan memeriksa mobil korban

Polisi Afghanistan memeriksa mobil korban

Mereka tengah berada di Afghanistan dalam rangka perjalanan pribadi bukan dalam tugas Deutsche Welle. Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengecam pembunuhan itu dengan menyebutnya sebagai kejahatan yang mengerikan dan meminta agar para pelaku mempertanggung jawabkan perbuatannya. Selain itu, Steinmeier juga menyampaikan rasa bela sungkawa dari pemerintah Jerman kepada keluarga kedua wartawan Jerman tersebut. Sementara itu pencarian para pelaku masih berlangsung

Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri di Kabul, Karen Fischer dan Christian Struwe dibunuh sekitar jam setengah dua malam, dekat tendanya di sebuah desa di kawasan Tala wa Barfak.

Pencarian para pelaku masih berlangsung dan mulai menemukan titik terang. Gubernur provinsi Baghlan di utara Afghanistan, Sayed Ekram Masumi, menyampaikan, lima sampai enam tersangka berhasil diidentifikasi. Saat ini menurut Kementerian Dalam Negeri di Kabul, aparat kepolisian tengah menyiapkan penangkapan para tersangka. Sebelumnya kelompok radikal Islam Taliban membantah terlibat dalam pembunuhan itu. Dan hasil penyelidikan sejauh ini menunjukkan sangat kecil kemungkinan insiden itu berlatar belakang perampokan, karena barang-barang maupun mobil keduanya tidak tidak dicuri.

Karen Fischer yang berusia 30 tahun bekerja sejak tiga tahun sebagai wartawan lepas untuk Deutsche Welle. Ia terutama bekerja untuk program radio siaran Bahasa Jerman dan Inggris. Tema utama laporannya adalah konflik Timur Tengah dan pembangunan kembali Afghanistan. Lulusan program pendidikan jurnalistik Deutsche Welle ini beberapa pekan lalu masih mengirimkan berita dari Libanon untuk radio internasional Jerman Deutsche Welle. Sementara Christian Struwe yang berusia 38 tahun selama satu tahun mendapat tugas dari Deutsche Welle Akademie untuk pelatihan penyiaran di Afghanistan. Terakhir Struwe bertugas untuk pelatihan karyawan televisi di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Keduanya sudah mengenal Afghanistan dengan baik.

Minggu (08/10) kemarin, pimpinan Deutsce Welle, Eric Bettermann, meminta pejabat Afghanistan dan mitra Deutsche Welle, Radio Televisi Afghanistan, untuk mengungkap latar belakang pembunuhan tersebut. Hal itu juga diharapkan Bettermann dari pasukan perdamaian internasional untuk Afghanistan ISAF.