1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Anggaran Seret, Jerman "Rem" Pembangunan Jalan Tol Baru?

26 September 2025

Pemerintah federal di Berlin ingin menginvestasikan miliaran euro untuk infrastruktur transportasi, tetapi anggaran tidak cukup untuk seluruh proyek. Pembangunan jalan tol pun terancam dihentikan.

https://p.dw.com/p/517BR
Lalu lintas di jalan tol Jerman
Lalu lintas di jalan tol JermanFoto: Ulrich Stamm/Geisler-Fotopress/picture alliance

Parlemen Jerman (Bundestag) kini sedang membahas Anggaran 2026, proyek-proyek mana saja yang dapat dan patut dibiayai negara. Rancangan anggaran yang diajukan oleh Menteri Keuangan Federal dan Wakil Kanselir Lars Klingbeil (SPD), akan dibahas sekitar dua bulan dan pada akhir November para anggota parlemen harus memutuskannya. Tentu saja perdebatan ini tidaklah mudah. Banyak kementerian harus bekerja dengan anggaran yang jauh lebih kecil karena pendapatan pajak tidak cukup untuk menutupi pengeluaran negara.

Pada awal pembahasan anggaran Klingbeil berbicara tentang masa-masa sulit - menyebut pemerintah koalisi Uni Kristen CDU/CSU dan Sosial Demorat SPD harus mengambil "keputusan yang berani dan terkadang tidak menyenangkan”, "Ini akan melelahkan, ini akan menantang,” "Utang negara sangat besar." Utang tinggi terjadi terakhir kali selama pandemi Corona.

Wakil kanselir yang juga Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil (SPD)
Wakil kanselir yang juga Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil (SPD)Foto: Bernd von Jutrczenka/dpa/picture alliance

Ekskavator harus segera beroperasi

Kementerian Transportasi Jerman sebenarnya tidak khawatir akan terkena dampak penghematan anggaran. Perbaikan infrastruktur yang rusak jadi prioritas utama. Baru-baru ini, pemerintah telah meluncurkan dana khusus infrastruktur dan perlindungan iklim senilai 500 miliar euro (Rp 9756 triliun) yang dibiayai dengan utang negara. "(Infrastruktur) negara kita rusak karena penghematan di banyak bidang. Kami ingin ekskavator segera beroperasi," tegas Menteri Keuangan Klingbeil.

Menteri Transportasi Patrick Schnieder (CDU) mengharapkan, kementeriannya akan sangat diuntungkan dari dana khusus ini. Jalur transportasi seperti jalan raya, rel kereta, dan jembatan, termasuk dalam infrastruktur yang kondisinya di Jerman sangat buruk.

Banyak jalan bebas hambatan rusak parah

Jalan bebas hambatan atau Autobahn di Jerman memiliki panjang total sekitar 13.200 kilometer. Menurut Kementerian Perhubungan Federal, setengah dari total jalan tol tersebut mengalami kerusakan. Jika ditambah dengan jalan-jalan raya nasional - sekitar 25.000 kilometer jalan perlu diperbaiki. Kondisi jembatan di jalan-jalan tol lebih mengkhawatirkan: Sekitar 5.000 jembatan butuh perbaikan atau dibangun baru. Jaringan kereta api Jerman (rel, jalur, stasiun, dan pengatur sinyal) juga banyak rusak cukup parah, sehingga hanya setengah dari jumlah kereta yang tiba tepat waktu.

Menkeu Klingbeil mengalokasikan hampir dua belas miliar euro (Rp 234 triliun) dari dana pinjaman khusus untuk Kementerian Transportasi di tahun anggaran berjalan. Pada tahun 2026, jumlahnya bahkan akan mencapai lebih dari 21 miliar euro (Rp 409 triliun). 

Namun, yang tidak diduga Menteri Transportasi Schnieder adalah, menkeu Klingbeil justru memangkas anggaran dasar Kementerian Transportasi sebesar sepuluh miliar euro menjadi 28 miliar euro. Klingbeil membantah bahwa ia mengalokasikan dana pinjaman khusus untuk menutupi defisit anggaran. 

Oposisi mengkritik keras Klingbeil, karena sebelumnya pemerintah federal berjanji dana pinjaman khusus hanya akan digunakan untuk membiayai investasi tambahan - proyek-proyek baru.

Pembangunan ditunda meski rencana sudah matang

Menteri transportasi bereaksi dengan marah. Bukan hanya karena ia akan menerima anggaran yang lebih sedikit, tetapi juga karena menghadapi pembatasan tambahan. Dari dana pinjaman khusus, tidak boleh ada pembiayaan untuk pembangunan baru atau perluasan, kecuali jembatan yang ada di jalan bebas hambatan yang tidak dapat diperbaiki. Untuk itu, ada anggaran reguler yang disediakan.

Namun, menurut menteri Schnieder, anggaran yang dikurangi tidak lagi akan mencukupi. "Kami kekurangan sekitar 15 miliar euro (Rp 292 triliun) untuk periode 2026 hingga 2029,” kata Schnieder dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman FAZ. Seluruhnya 74 proyek pembangunan dan perluasan jalan tol serta 99 proyek jalan raya yang telah direncanakan harus dihentikan, dan ditunda untuk sementara waktu. Hal ini berdampak signifikan pada penyelesaian jalan tol atau jalan pengalih.

Menteri Transportasi Patrick Schneider (CDU)
Menteri Transportasi Patrick Schneider (CDU)Foto: Fabian Sommer/dpa/picture-alliance

Menteri transportasi "tekan” Bundestag

Komite Anggaran di parlemen Jerman Bundestag meminta Kementerian Transportasi untuk membuat daftar semua rute yang terdampak. Schnieder memberikan daftar tersebut dan menambahkan di mana letak dapil para anggota parlemen. Dengan demikian, setiap anggota parlemen menyadari dampak perencanaan keuangan tersebut juga bagi warga setempat, bagi para pemilihnya.

Menteri transportasi pun turut memeberi tekanan. "Masih ada kebutuhan untuk mengejar ketertinggalan dalam pembahasan anggaran yang sedang berlangsung,” katanya dalam wawancara. "Saya akan sangat senang jika kita mendapatkan lebih banyak dana untuk pembangunan (infrastruktur transportasi) baru dan perluasannya.”

Namun, Menteri Keuangan Klingbeil menolak hal tersebut. Dalam surat yang ditulis dengan nada dingin kepada Schnieder, ia mengingatkan bahwa pemerintah federal telah menyetujui rencana investasi transportasi tersebut. 

Schnieder juga telah menerima kerangka keuangan yang telah ditetapkan. Dalam rencana anggaran, tidak ada bidang lain yang menerima investasi lebih besar daripada sektor transportasi. Hingga tahun 2029, total 166 miliar euro (Rp 3200 triliun) telah dialokasikan untuk investasi transportasi. Schnieder diminta memprioritaskan dan menggunakan anggaran dengan efektif.

Di daerah yang terkena penghentian proyek konstruksi, kemarahan masyarakat sangat besar. Negara bagian dan partai oposisi CDU/CSU menuntut pemerintah federal untuk tetap mendanai proyek jalan tol yang sudah siap dibangun, apalagi setelah pemerintah mengambil utang sebesar 500 miliar euro.

Ketua CDU yang juga Kanselir Jerman saat ini, Friedrich Merz akhirnya berjanji, pihaknya akan melakukan segala upaya untuk memungkinkan sebanyak mungkin proyek pembangunan baru dan membahas hal tersebut dengan mitra koalisi SPD.

Mencari solusi yang kreatif

Menteri Transportasi Schnieder menekankan pentingnya fleksibilitas, dalam pengelolaan dana pinjaman khusus yang belum dimanfaatkan sepenuhnya. "Dalam proses di parlemen, kami sekarang akan bersama-sama mencari solusi dan fleksibilitas yang lebih besar dalam investasi transportasi,” ujarnya di Bundestag. 

Untuk saat ini, fokus pemerintah adalah renovasi dan pemeliharaan, tetapi pada anggaran berikutnya akan memprioritaskan pembangunan jalan baru dan jalur kereta baru.

Fraksi SPD memberikan sinyal beragam, mereka mendukung prinsip "perbaikan sebelum pembangunan baru” dan bukan berarti proyek yang sudah direncanakan dibatalkan dan juga menekankan pentingnya menentukan prioritas.

Jadikan Berlin Lebih Ramah bagi Pesepeda

Anggaran ketat, lirik investasi swasta

Mahkamah Agung Federal menuntut pemerintah untuk melakukan penghematan anggaran lebih ketat. Laporan rancangan anggaran 2026 menunjukkan, hampir sepertiga pengeluaran negara dibiayai melalui utang. Hal ini dapat memicu spiral utang (kondisi seperti ‘gali lubang tutup lubang'). 

Kanselir Friedrich Merz menilai,  investasi pemerintah saja tidak akan cukup untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur. "Ada minat besar dari investor swasta untuk berinvestasi dalam infrastruktur Jerman,” katanya. Oleh karena itu, pemerintah berencana meluncurkan proyek PPP (Kemitraan Publik-Swasta) berskala besar bersama Kementerian Transportasi, guna memperkuat pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Agus Setiawan