Terapi Stimulus Pola Gerakan Cegah Gangguan Otak Pada Bayi Prematur | Iptek | DW | 12.06.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Kesehatan

Terapi Stimulus Pola Gerakan Cegah Gangguan Otak Pada Bayi Prematur

Kerusakan otak dan sistem saraf pusat pada bayi yang lahir prematur terbukti bisa dicegah. Para peneliti Eropa kembangkan terapi latihan stimulus yang bisa bangkitkan atensi juga menyenangkan buat balita.

Tonton video 03:18
Live
03:18 menit

Terapi Pola Gerakan Cegah Gangguan Otak Bayi Prematur

Liam baru berusia 5 bulan, tapi sudah melakukan latihan harian dengan pena unik yang diinstal di rumahnya dekat Pisa, Italia. Liam dilahirkan prematur. Gimanstik bayi dikembangkan para ilmuwan dalam sebuah proyek riset Uni Eropa. Tujuannya menolong bayi prematur untuk mencegah kemungkinan munculnya kerusakan syaraf.

Dokter ahli saraf anak Giuseppina Sgandorra mengungkapkan:"Secara umum, bayi prematur punya peluang lebih tinggi mengidap  kerusakan psikomotorik. Ide kami, mengembangkan sistem pintar yang bisa membantu Bayi  dan orang tua mudah menangani situasinya di rumah. Pada dasarnya, kami ingin memberi orang tua alat yang memberi mereka indikasi, cara terbaik untuk menstimulasi perkembangan bayinya, hanya lewat bermain."

Liam rata-rata berlatih antara 20 hingga 30 menit setiap hari. Sejauh ini ia terus menunjukkan kemajuan, dan kelihatan menyenangi Terapi  itu. ""Kami beruntung, karena Liam tidak menunjukan masalah perkembangan. Menurut saya prototipe ini membantu dia untuk tumbuh sehat lewat bermain", ujar ibu Liam, Monica Cortopassi.

Dikembangkan insinyur biomedis

Insinyur biomedis di sini merancang dan mengujicoba sejumlah sistem sensor yang dipasang di tempat bermain cerdas. Mereka punya banyak gagasan mengenai bagaimana cara melaksanakannya.

"Kami bisa mengukur tekanan dari bayi pada karpet sensor motorik. Ini membantu kami menggambar pola untuk memahami bagaimana bayi mendistribusikan berat badannya pada karpet saat mereka bergerak", papar  insinyur biomedis Francesca Cecchi.

"Kami juga mendapat informasi bagaimana bayi menggerakkan tangan dan badannya, berkat sensor yang dipasang di sekelilingnya. Dan kami juga bisa menganalisa cara bayi memanipulasi, menyentuh obyek di sekelilingnya. Kami memasukkan berbagai sensor pada mainan itu", tambah Cecchi.

Risetnya dilakukan dalam lingkungan klinis. Di sini bayi mendapat stimulasi visual, untuk memperoleh data mengenai perhatian dan apa fokus mereka pada saat itu. Tujuan akhirnya adalah mengembangkan teknik latihan yang semakin efisien. Para peneliti yakin, suatu saat nanti, kerusakan syaraf yang berkaitan dengan kelahiran prematur, tidak akan memicu kelainan, jika bayi mendapat stimulus yang tepat sejak dini."

Dokter ahli psikiatri anak Giovanni Cioni menjelaskan: "Lingkungan adalah obat terbaik bagi Otak  .Terutama otak bayi di minggu atau bulan pertama, punya kapasitas luar biasa untuk menyembuhkan diri. Plastisitasnya mengagumkan. Jadi memberi bayi stimulus yang tepat, benar-benar krusial dan bisa membuat perbedaan.". Dan ini terbukti pada Liam yang kondisinya maju pesat.

as/hp(DW Inovator)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait