Tentara Perdamaian PBB Tewas Dalam Serangan Israel | Fokus | DW | 27.07.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Tentara Perdamaian PBB Tewas Dalam Serangan Israel

Empat tentara PBB tewas dalam serangan Israel. Sekjen PBB Kofi Annan mengecam keras serangan itu.

Israel bombardir markas pasukan PBB

Israel bombardir markas pasukan PBB

Permintaan maaf kalangan resmi Israel atas kematian empat tentara PBB terdengar hambar. Israel menyesalkan kematian tragis dari ke-4 petugas PBB di Libanon Selatan, dan kasusnya akan diselidiki demikian dikatakan seorang jurubicara kementrian luar negeri di Yerusalem. Menurut kalangan militer, markas PBB itu terkena serangan tak sengaja. Yang menjadi sasaran adalah markas Hisbollah yang dekat letaknya.

Keempat tentara UNIFIL asal Austria, Canada, Cina dan Finlandia nampaknya tewas dalam serangan udara. Sekjen PBB Kofi Annan menuduh Israel sengaja melakukan serangan itu. Bahkan angkatan perang Israel dikatakannya merintangi aksi penyelamatan.

Dutabesar Israel pada PBB, Dan Gillerman menanggapinya dengan marah. Dikatakannya:"Kami menyesalkan insiden tragis ini dan menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga korban di Cina, Finlandia, Austria dan Kanada. Tetapi saya harap Kofi Annan tidak benar-benar yakin, bahwa itu merupakan serangan yang disengaja dan terarah. Orang yang berpikiran jernih, tidak akan menganggap Israel menyerang personal PBB secara terarah."

Tuduhan ini mengingatkan akan masa dimana hubungan antara Israel dan PBB masih penuh ketegangan. Kepada para koresponden radio Israel di New York dikemukakannya, tuduhan itu mengembalikan hubungan antara Israel dan PBB ke kondisi bertahun-tahun sebelumnya.

Media-media Israel hari ini mengingatkan akan kasus serupa tahun 1996. Ketika itu angkatan udara Israel menyerang markas PBB di Libanon selatan, dan menewaskan lebih dari 100 warga sipil Palestina yang berlindung disana. Kampanye terhadap Hisbollah saat itu kemudian dihentikan. Insiden itu membuat PM Shimon Peres tidak terpilih lagi, karena warga Israel keturunan Arab yang sebelumnya selalu memilih Partai Buruh, tidak memberikan suaranya sebagai protes.

Pertempuran di Libanon Selatan terus berlangsung. Militer Israel kemarin melaporkan telah menguasai desa Bint Jbail, yang merupakan kubu Hisbollah di Libanon Selatan. Namun hari ini pun disana masih terjadi tembak menembak. Pagi tadi roket-roket katjusha kembali jatuh di utara Israel, namun tidak menelan korban.

Dalam sebuah wawancara televisi pemimpin Hisbollah, Nasrallah mengemukakan, pertempuran memasuki tahapan baru. Tak lama lagi Hisbollah juga akan menyerang sasaran di selatan Haifa. Pihak keamanan Israel memperkirakan, Hisbollah memiliki roket Iran yang dapat pula mencapai Tel Aviv dan sekitarnya.

Israel semalam juga melanjutkan serangan di Jalur Gaza. Sekurangnya 50 panser memasuki bagian utara Gaza City. Tentara Israel menduduki sejumlah gedung. Juga jatuh korban tewas dan luka-luka dalam serangan udara Israel terhadap perumahan yang diduga dijadikan gudang senjata.