Tentara Jerman di Wilayah Pertempuran Afghanistan | Fokus | DW | 01.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Tentara Jerman di Wilayah Pertempuran Afghanistan

Tentara angkatan bersenjata Jerman „Bundeswehr“ kini juga ditempatkan di daerah pertempuran di Afghanistan Selatan.

Bundeswehr di Afghanistan

Bundeswehr di Afghanistan

Sementara itu operasi besar-besaran pertama melawan kubu pejuang digelarkan di seluruh Afghanistan, juga di sembilan provinsi Afghanistan Utara. „Operasi Elang“ direncanakan berlangsung empat sampai lima bulan. Sejak dimulainya operasi itu hari Sabtu yang lalu (28/10), sekitar 140 pejuang dan sejumlah tentara internasional ISAF tewas. Dengan angkatan bersenjata Afghanistan, pasukan ISAF yang dipimpin oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu hendak meningkatkan keamanan yang diperlukan bagi pembangunan kembali dan perkembangan di Afghanistan.

Sejak pertengahan Oktober lalu tentara angkatan bersenjata Jerman „Bundeswehr“ berada di daerah pertempuran di Afghanistan Selatan dan Timur. 21 personel dari kesatuan teknik telekomunikasi ditempatkan di Kandahar, Afghanistan Selatan dan di Bagram, markas militer Amerika Serikat di dekat Kabul. Tentara Jerman ditugaskan untuk memberikan dukungan logistik bagi pasukan perlindungan internasional ISAFdi provinsi rawan. Tugas tersebut dijadwalkan berakhir pertengahan Desember mendatang.

Juru bicara Bundeswehr di Masar-i-Sharif mengatakan bahwa risiko di selatan tentu lebih besar, namun tentara Jerman ditempatkan di pangkalan militer. Dan tugas utama Bundeswehr masih tetap di utara, di mana Jerman memimpin pasukan ISAF.

Di sembilan provinsi di sebelah utara yang merupakan tanggung jawab Jerman, saat ini juga sedang dijalankan "Operasi Elang“, sebuah operasi militer pertama secara besar-besaran yang dilaksanakan di seluruh Afghanistan. Operasi ini direncanakan berlangsung selama empat hingga lima bulan. Demikian menurut Jenderal ISAF Nick Pope di Kabul:

„Ini adalah program nasional yang meliputi operasi keamanan di semua provinsi Afghanistan. Program itu dikembangkan melalui perencanaan yang intensif dan efektif oleh ISAF dan aparat keamanan Afghanistan di tingkat provinsi, regional dan nasional. Jadi itu adalah operasi keamanan Afghanistan yang untuk pertama kalinya benar-benar dilaksanakan secara bersama.“

Selain markas pusat di Masar-i-Sharif, pasukan Jerman di utara juga memimpin tim pembangunan kembali di Kundus dan Faisabad. Operasi „Elang“ telah dimulai Sabtu lalu (28/10). Menurut keterangan ISAF, sekitar 140 pejuang tewas dalam berbagai pertempuran sengit di Afghanistan. Pope mengatakan:

„Target operasi adalah untuk mempertahankan tekanan dan dorongan serta untuk membangun kembali keberhasilan taktik masa lalu. Operasi itu bertujuan menciptakan prasyarat bagi upaya pembangunan kembali. Melalui "Operasi Elang", aparat keamanan Afghanistan dan ISAF akan terus melancarkan operasi keamanan untuk menumpas pejuang yang mencoba menghambat pembangunan dan keamanan. Hal ini penting bagi masa depan Afghanistan dan sudah jelas bahwa para pejuang akan kalah dalam pertempuran melawan angkatan bersenjata Afghanistan dan ISAF.“

Lebih dari 3. 000 orang tewas dalam pertempuran dan serangan sejak awal tahun ini. Kebanyakan korban adalah pejuang Taliban, Namun, Jenderal Pope yang berasal dari Inggris, mengatakan bahwa pertempuran melawan Taliban hanya bagian dari strategi ISAF. Operasi keamanan tersebut terutama bertujuan untuk menciptakan jalan menuju pembangunan kembali yang dapat memberikan jaminan kebebasan , stabilitas, pendidikan dan pelayanan kesehatan. Demikian diutarakan Pope.

Lebih dari 30. 000 tentara di Afghanistan berada di bawah komando NATO, sekitar 2. 900 di antaranya adalah tentara Bundeswehr. Sejak berbulan-bulan Jerman ditekan untuk bergabung dengan ISAF di daerah rawan di selatan di mana pasukan Inggris, Canada dan Amerika sejak awal tahun ini mencatat korban jiwa yang cukup tinggi.