1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Target Netral Karbon Jerman Paksa Industri untuk Berbenah

Ajit Niranjan
15 Mei 2021

Target iklim Jerman tahun 2030 menjadi tugas "raksasa", mendorong ekonomi yang bergantung pada ekspor untuk mempercepat penghentian penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara dan mobil dengan bahan bakar fosil.

https://p.dw.com/p/3tOel
Pabrik batu bara di Jerman
Jerman perlu mengalihkan penggunaan bahan bakar fosil lebih cepat dari yang direncanakanFoto: Ina Fassbender/AFP/Getty Images

Pemerintah Jerman berencana memangkas emisi sebesar 65% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tingkat tahun 1990 dan mencapai netralitas iklim pada tahun 2045. Berdasarkan pembaharuan undang-undang iklim yang disetujui kabinet pada Rabu (12/05), sembilan tahun dari sekarang sektor energi Jerman harus mengeluarkan sekitar 60% energi lebih sedikit dari yang diizinkan saat ini. Emisi gas rumah kaca dari sektor industri harus turun sepertiga dari yang dihasilkan saat ini dan emisi dari sektor bangunan dan transportasi juga harus dikurangi sebesar 43%.

Undang-undang tersebut dirilis dua pekan setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan versi sebelumnya "sebagian tidak konstitusional" karena terlalu membebani generasi mendatang untuk mengurangi emisi. Undang-undang yang baru juga menjelaskan perubahan besar di hampir setiap sektor ekonomi negara yang bergantung pada ekspor.

"Untuk pertama kalinya, bagian paling berat dari perlindungan iklim tidak ditunda untuk waktu yang lama," kata Menteri Lingkungan Jerman Svenja Schulze, menggambarkan undang-undang baru itu sebagai tugas "raksasa". "Mahkamah Konstitusi memerintahkan kami untuk melakukan ini dan pemerintah bereaksi sangat cepat."

Turbin angin di dekat pembangkit listrik tenaga batu bara Neurath di Jerman
Jerman adalah salah satu negara penghasil emisi terbesar di duniaFoto: Ina Fassbender/AFP/Getty Images

Iklim netral pada tahun 2045

Para analis mengatakan rencana perubahan itu menantang, tetapi tidak mustahil untuk dicapai.

Undang-undang baru tidak menentukan cara Jerman mengurangi emisi, tetapi sebuah laporan yang diterbitkan oleh lembaga pemikir lingkungan Agora Energiewende menemukan bahwa emisi dapat ditekan melalui berbagai solusi teknis.

Laporan tersebut mengidentifikasi beberapa tindakan utama yang dapat dilakukan Jerman, yakni berinvestasi dalam gas hidrogen untuk menggantikan penggunaan fosil, merenovasi gedung dan memasang pompa panas lebih cepat, serta berhenti memproduksi mobil dengan mesin pembakaran internal mulai tahun 2032.

Jerman juga perlu menyedot polusi dari lokasi industri dan menyimpannya di dalam tanah. Laporan tersebut memperkirakan 73 juta ton CO2 perlu dihilangkan melalui teknologi penangkapan karbon pada tahun 2045.

Landasan dari semua tindakan ini adalah membangun lebih banyak energi terbarukan, kata Direktur Industri Agora Energiewende, Frank Peter, yang mengerjakan analisis bersama dua lembaga pemikir Jerman lainnya, Climate Neutrality Foundation dan Agora Verkehrswende. "Di situlah pemerintah saat ini harus segera mengerjakan pekerjaan rumahnya."

Jerman sebagai negara pengekspor

Jerman harus mendesain ulang sektor ekonomi yang menggunakan bahan bakar fosil. Pemerintah tidak menjaga batas perlindungan planet Bumi atau menjelaskan bagaimana tujuannya dapat dicapai dengan cara yang adil secara sosial, kata Line Niedeggen, seorang aktivis iklim dari gerakan protes Fridays for Future cabang Jerman. "Restrukturisasi ekonomi yang adil dimungkinkan jika dikomunikasikan dengan jelas dan jujur."

Pekerja di pabrik baja
Proses industri seperti pembuatan baja menggunakan bahan bakar fosilFoto: imago/Rupert Oberhäuser

Mengkritik putusan Mahkamah Konstitusi, surat kabar harian Jerman Die Welt mengatakan undang-undang iklim baru akan mengarah pada "akhir Jerman sebagai negara pengekspor."

Jörg Hofmann, Kepala Serikat Pekerja Terbesar Negara IG Metall, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung bahwa "perlindungan iklim hanya mengancam pekerjaan jika kita melakukannya dengan cara yang salah."

Siegfried Russwurm, Presiden Federasi Industri Jerman, meminta para pembuat kebijakan untuk bekerja sama dengan para pemilik bisnis untuk membangun negara industri yang netral iklim. "Perusahaan saat ini memutuskan fasilitas produksi tahun 2040. Jadi mereka perlu tahu sekarang sumber energi mana yang dapat digunakan untuk mengoperasikan pabrik mereka nanti."

Pemerintah Jerman berencana membantu transisi industrinya dengan dana bantuan hingga € 8 miliar (Rp 138,6 triliun) yang akan dibahas dalam beberapa minggu mendatang.

Luisa Neubauer dan Greta Thunberg bersama pegiat iklim pemuda lainnya
Luisa Neubauer dan Greta Thunberg bersama aktivis lingkungan lainnya mengajukan gugatan ke pengadilan terkait undang-undang iklim Jerman yang lamaFoto: picture-alliance/dpa/M. Kappeler

"Membersihkan mobil"

Emisi transportasi Jerman tetap tinggi meski sektor lain telah dibersihkan. Pada 2019 mereka berada di level yang sama seperti pada 1990, turun hanya pada 2020 karena diberlakukannya lockdown guna menghambat penyebaran virus corona. "Ini akan membutuhkan perubahan tren yang drastis," kata Giulio Mattioli, seorang peneliti transportasi di Universitas Teknik Dortmund.

Rata-rata kendaraan di Jerman berusia 9,6 tahun, yang berarti mobil yang dijual hari ini kemungkinan besar masih akan berada di jalan pada akhir 2030. Jerman juga hanya memiliki 42.000 stasiun pengisian untuk kendaraan listrik. Untuk menambah 14 juta lebih mobil listrik pada tahun 2030, mereka perlu memperluas infrastrukturnya secara besar-besaran.

Selain menghentikan produksi mobil dengan mesin pembakaran internal, kata Mattioli, pemerintah akan "semakin sulit" mengabaikan beberapa hal seperti batas kecepatan jalan raya umum yang akan membantu mengurangi emisi.

(ha/hp)