Tankernya Ditahan Iran, Kabinet Keamanan Inggris COBRA Gelar Rapat Darurat | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 22.07.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Selat hormuz

Tankernya Ditahan Iran, Kabinet Keamanan Inggris COBRA Gelar Rapat Darurat

Pemerintah Inggris berkonsultasi erat dengan Jerman dan Prancis, setelah Iran menahan tankernya dengan 23 awak kapal di Selat Hormuz. Inggris pertimbangkan pembekuan dana Iran yang ada di perbankannya.

Kabinet Keamanan Inggris Cabinet Office Briefing Room A (COBRA) akan menggelar rapat khusus hari Senin (22/7) soal keselamatan pelayaran di Selat Hormuz, setelah Garda Revolusi Iran hari Jumat (19/7) menahan tanker berbendaera Inggris Stena Impero. Pertemuan darurat para pemimpin keamanan negara juga akan membahas reaksi Inggris terhadap Iran.

Setelah berbicara dengan Prancis dan Jerman, Inggris mengatakan keamanan pelayaran di Selat Hormuz adalah "prioritas utama". Pertemuan COBRA mencakup menteri, panggung jawab keamanan, intelijen dan kepala militer. Para menteri dilaporkan mempertimbangkan pembekuan dana rezim Iran yang ada di Inggris.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt hari Minggu (21/7) menyatakan "kekecewaan sangat besar" atas kegagalan Iran meredakan krisis, yang dimulai ketika Garda Revolusi Iran mencegat kapal tangki minyak Stena Impero di Selat Hormuz hari Jumat.

Inggris mengecam penyergapan itu sebagai "campur tangan ilegal" dalam sepucuk surat yang dilayangkan kepada Dewan Keamanan PBB. Jeremy Hunt diharapkan menyampaikan langkah-langkah tanggapan pemerintah kepada anggota parlemen sore ini.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif hari Minggu menuding penasihat keamanan nasional Presiden AS Donald Trump, John Bolton, dan menuduhnya berusaha menyeret Inggris "ke dalam rawa-rawa."

"Hanya kehati-hatian dan pandangan ke depan yang dapat menggagalkan cara seperti itu," tulisnya di Twitter.

Iran mengatakan, pasukannya mengambil kendali di kapal tanker Stena Impero setelah kapal tersebut menabrak kapal nelayan. Kapal berbendera Inggris itu dituduh mematikan transpondernya dan gagal menanggapi peringatan. Seorang pejabat Iran mengatakan, nasib kapal dan 23 awaknya sekarang tergantung dari hasil penyelidikan yang masih berlangsung.

Namun kalangan pengamat percaya bahwa penahanan tanker itu merupakan langkah balasan Iran, setelah Inggris menahant sebuah tanker minyakl Iran di dekat Gibraltar awal bulan ini. Tanker itu dituduh sedang membawa minyak dari Iran ke Suriah dan melanggar sanksi ekonomi Uni Eropa.

Dalam video yang dirilis Garda Revolusi Iran, pasukan Iran terdengar mengatakan kepada kapal tanker itu untuk "segera" mengubah arah. "Jika Anda patuh, Anda akan aman," kata pasukan Iran dalam bahasa Inggris. Pasukan Iran kemudian menyergap kapal itu dengan tujuan "memeriksa kapal untuk alasan keamanan" dan membawanya ke perairan Iran.

Fregat Angkatan Laut Inggris HMS Montrose berada di kawasan itu, namun terlalu jauh untuk mencapai tanker tepat waktu. Pasukan Iran dan HMS Montrose sempat berkomunikasi lewat radio selama insiden itu.

Kapal tanker Stena Impero menegaskan bahwa mereka berada di perairan internasional dan karena itu lintasan kapal "tidak boleh diganggu atau dihambat" di bawah hukum internasional. HMS Montrose juga mengatakan kepada kapal Iran bahwa mereka "tidak boleh menghalangi, menghalangi atau menghambat perjalanan MV Stena Impero." Namun pasukan Iran melanjutkan aksi penahanan kapal, antara lain dengan mengerahkan helikopter yang menerjunkan pasukan khusus ke geladak kapal.

hp/ap (afp, rtr, dpa)

Laporan Pilihan