Tanggapan Turki terhadap Uni Eropa | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 09.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tanggapan Turki terhadap Uni Eropa

Survei menunjukkan dengan jelas: jika empat tahun lalu masih 56 persen responden Turki yakin bahwa negaranya harus menjadi anggota Uni Eropa, sekarang angka itu turun jadi tinggal 32 persen.

Poster UE Turki di Istanbul

Poster UE Turki di Istanbul

Sementara itu 25 persen responden berpendapat bahwa Turki sebaiknya tidak bergabung dengan Uni Eropa. 75 persen responden yakin, Uni Eropa tak bisa dipercaya. Sebagian mendapatkan kesan bahwa Uni Eropa selalu memiliki alasan baru supaya Turki tak bergabung ke dalam Uni Eropa.

Di musim panas lalu Parlemen Turki sudah menyelesaikan paket reformasi ke-9 mereka, untuk memenuhi persyaratan dari Uni Eropa. Perdana Menteri Erdogan tak dapat menerima tuduhan perlambatan proses reformasi tersebut:

"Undang-undang dalam paket reformasi ke-9 sebagian besarnya sudah disahkan. Langkah-langkah terakhir menunjukkan bahwa, tak seperti yang dikatakan beberapa pihak, proses reformasi kami tidak melambat. Dan hal itu akan tetap begitu. Kami telah memutuskannya dan kami akan menyelesaikan proses ini hingga tuntas."

Namun bagi warga, kesan yang tampak adalah "Kami tak cukup bagus untuk Uni Eropa“. Kritik terhadap diri sendiri, menurut Passant:

"Bagi kami, Uni Eropa masih sangat jauh. Turki masih sangat tertinggal. Jika kami memulai sesuatu, kami tidak terfokus untuk menyelesaikannya. Kami kalau kerja hanya setengah-setengah. Makanya bagi kami, Uni Eropa merupakan tujuan yang tak mungkin diraih."

Ada satu hal lagi yang membuat Turki skeptis dapat bergabung dengan Uni Eropa. Turki berpendapat, Uni Eropa turut campur dalam urusan luar negeri Turki. Contoh campur tangan adalah sengketa pengakuan kedaulatan Siprus dan pembukaan pelabuhan dan bandar udara Turki untuk kapal laut dan pesawat terbang Siprus. Tuntutan Uni Eropa itu tak dapat dipahami Turki. Walaupun media Turki memberitakan tak terpenuhinya beberapa tuntutan EU dan tak berhasilnya beberapa tujuan dalam proses reformasi, sebagian orang Turki yakin mereka dapat bergabung dengan Uni Eropa.

Iklan