Tak Ada Pemenang Mutlak, Inggris Hadapi Parlemen Gantung | dunia | DW | 07.05.2010
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tak Ada Pemenang Mutlak, Inggris Hadapi Parlemen Gantung

Partai Konservatif di bawah pimpinan David Cameron muncul sebagai partai terkuat. Partai Buruh tergeser ke posisi kedua. Hasil Partai Liberal Demokrat mengecewakan.

default

Penghitungan kertas suara

Partai konservatif berhasil merebut 306 kursi, Partai Buruh 258 kursi dan Partai Liberal Demokrat 57 Kursi. Jadi tidak ada partai yang berhasil mengumpulkan 326 kursi untuk merebut mayoritas mutlak. Inilah situasi yang disebut 'parlemen gantung'. Partai-partai kecil lainnya merebut 28 kursi.

Tambahan kursi yang dimenangkan partai Konservatif itu merupakan pukulan bagi partai Buruh yang kini memerintah. Ketua Konservatif, David Cameron tak segan menekankan hal itu. "Saya kira, sekarang sudah sangat jelas bahwa pemerintahan partai Buruh telah kehilangan mandatnya di negara ini untuk memerintah.“

Meskipun begitu, secara teknis partai Konservatif tidak menang mutlak dan Perdana Menteri Gordon Brown juga tidak menunjukan isyarat akan mundur. "Tanggung jawab saya kepada negara ini sesudah pemilihan umum adalah untuk memastikan bahwa Inggris akan memiliki pemerintah yang kuat dan stabil, pemerintah yang mampu mengembalikan stabilitas ekonomi Inggris dan meluncurkan sejumlah reformasi politik yang diharapkan,“ papar Gordon Brown.

Sementara itu Ketua partai Liberal Demokrat, Nick Clegg, menilai, hasil pemilihan ini sangat mengecewakan bagi partainya. Jumlah perolehan suara partai itu lebih sedikit daripada yang diharapkan. "Ini jelas-jelas merupakan malam yang mengecewakan bagi Liberal Demokrat. Kami gagal mencapai target yang kami harapkan, walaupun patut dikatakan, saya bangga atas cara kami berkampanye."

Gagalnya salah satu dari kedua partai terbesar Inggris untuk memenangkan mayoritas mutlak, berarti Inggris menghadapi sebuah parlemen gantung. Hal yang juga disambut oleh rakyat Inggris, yang sudah bosan dengan pemerintahan Buruh dan politik secara umum. Tahun 2009 lalu terbongkar adanya skandal korupsi di Inggris. Dalam penghitungan suara Kamis malam (06/05), sejumlah politisi yang terlibat skandal itu langsung kehilangan jabatannya, termasuk Menteri Dalam Negeri Jacqui Smith, Menteri Urusan Irlandia Utara Peter Robinson dari Partai Uni Demokrat dan Lembit Opik dari Liberal Demokrat. Sementara itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah Inggris, seorang wakil partai Hijau akan duduk di parlemen.

Inggris terakhir kali mengalami parlemen gantung pada tahun 1974. Partai Liberal Demokrat sekarang memiliki peluang besar untuk berkoalisi dalam pemerintahan yang baru. Sebagai kubu terkuat di parlemen, Partai Konservatif sekarang harus memberi tawaran kepada ketua Liberal Demokrat Nick Clegg. Liberal Demokrat juga bisa bekerja sama dengan Partai Buruh, tapi mereka perlu dukungan partai-partai kecil lainnya.

Setelah pemilihan umum ini, akan ada 650 kursi di kamar kedua parlemen Inggris, empat kursi lebih banyak daripada parlemen sebelumnya. Namun pemilih kali ini hanya mencontreng untuk 649 kursi. Satu kursi yang tersisa akan disusulkan dari pemilihan untuk Inggris Utara yang ditunda hingga 27 Mei mendatang.

Edith Koesoemawiria /dpa/afp/rtr
Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan

Iklan