Tajuk: Sukses Pidato Merkel di Washington | dunia | DW | 04.11.2009
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tajuk: Sukses Pidato Merkel di Washington

Angela Merkel merupakan kanselir Jerman ke dua setelah Konrad Adenauer yang mendapat kesempatan untuk berbicara di depan Kongres Amerika Serikat di Washington.

default

Angela Merkel ketika berpidato di hadapan anggota Kongres AS, 3 Nov

Ini merupakan pidato terpenting yang disampaikan Kanselir Angela Merkel selama ini. Ia berbicara mengenai kehidupannya di Jerman Timur dengan kemungkinan yang terbatas d isebuah negara totaliter. Ia berbicara mengenai robohnya Tembok Berlin, seperti yang dialaminya. Sebuah peluang untuk memulai awal baru, terutama bagi dirinya sendiri. Ia menulis kunjungannya yang pertama di Amerika Serikat pada awal tahun 90-an. Biografi yang ditulisnya membuat pidatonya otentik dan dipercaya.

Anggota Kongres Amerika Serikat menyambut pidatonya dengan puluhan kali tepuk tangan. Terutama pidatonya memberikan pengaruh khusus, bila menyangkut kebersamaan nilai yang saling terkait antara Eropa dan Amerika Serikat. Misalnya dalam upaya menciptakan kebebasan, dan artinya bagi setiap manusia, dan betapa pentingnya saat ini untuk menerapkannya di seluruh dunia. Juga mengenai perang di Afghanistan, Kanselir Angela Merkel menyampaikan pesan. Jerman tetap merupakan aliansi yang setia dan tetap merupakan mitra yang dapat diandalkan, juga disaat saat yang sulit.

Angela Merkel dengan tegas juga menyampaikan sikap politiknya mengenai hak eksistensi Israel dan menentang Iran untuk memiliki senjata atom.karena mengancam Israel. Ia menyampaikan solidaritas Jerman terhadap warga Yahudi. Dengan jelas ditandaskannya kewajiban Jerman untuk mendukung Israel, dengan alasan sejarah Jerman, terutama sejarah kelam dari jaman NAZI.

Dalam pidatonya di depan Kongres, Kanselir Angela Merkel tidak hanya menandaskan kebersamaan nilai antara Amerika Serikat dan Jerman, melainkan juga dengan jelas menunjukkan artinya di tengah situasi politik saat ini. Dengan demikian ia menampilkan warisan politik dari kanselir Jerman pertama, Kondrad Adenauer, yang juga mendapatkan kehormatan menyampaikan pidato di depan Kongres Amerika Serikat tahun 1957.

Dalam akhir pidatonya, Kanselir Angela Merkel tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Amerika Serikat. Tanpa solidaritas Amerika Serikat, tidak mungkin terwujud penyatuan kembali Jerman, yang diawali dengan robohnya tembok Berlin 20 tahun lalu. Semuanya dapat dikatakan berjalan lancar dan damai. Kanselir Angela Merkel meraih sukses besar di Washington. Ia tidak hanya menyampaikan kata-kata dengan nada yang tepat, melainkan juga tema yang tepat, seperti globalisasi dan perubahan iklim. Ia mewakili Jerman dengan baik.

Miodrag Soric

Editor: Asril Ridwan

Iklan