Tajuk: Konferensi Irak, Secercah Cahaya di Akhir Terowongan | Fokus | DW | 12.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Tajuk: Konferensi Irak, Secercah Cahaya di Akhir Terowongan

Konferensi Irak yang berlangsung Sabtu (10/03) pekan lalu adalah langkah pertama ke arah yang benar. Untuk itu orang dapat mudah sepakat. Hanya: apa yang dimaksud dengan "arah yang benar“, terutama, apa yang menjadi tujuannya?

Konferensi Irak di Bagdad

Konferensi Irak di Bagdad

Dari sisi Amerika Serikat dan Irak hal itu berarti berakhirnya campur tangan asing. Dari sisi Suriah dan terutama Iran artinya berakhirnya pendudukan kawasan Mesopotamia tersebut. Dan dari sisi negara tetangga lainnya dan negara-negara yang kurang terlibat langsung, itu berarti stabilisasi di Irak guna mencegah bara panas berkobar menjadi api peperangan.

Meskipun orang dapat sedikit membedakan berbagai kepentingan yang ada, tapi harus disimpulkan tidak ada perbedaan mendasar di antara mereka. Dan itulah yang menjadi hasil positif dari konferensi di Bagad yang diikuti wakil dari 16 negara. Konferensi Sabtu (10/03) lalu merupakan pertemuan terbesar sejak berakhirnya era Saddam Hussein. Semua ingin agar pertumpahan darah di Efrat dan Tigris berakhir, semua ingin normalisasi di Irak dan semua juga ingin penarikan pasukan Amerika Serikat, cepat atau lambat.

Semua, juga Amerika Serikat sendiri, berada dalam situasi yang luar biasa di Bagdad, karena Iran dan Suriah juga duduk bersama di satu meja. Tampaknya jika untuk hal yang benar-benar menyangkut urusan tata tertib mereka mau berinteraksi, walaupun di luar itu mereka tidak berubah dan terus saling mencela dan mengancam. Misalnya jika menyangkut sengketa atom dengan Iran atau situasi di Libanon.

Meskipun putaran pertama perundingan di Bagdad tidak membawa hasil kongkrit, putaran perundingan berikutnya dan pertemuan dalam berbagai kelompok kerja sudah dipikirkan. Pertemuan di Bagdad merupakan pertanda bahwa bukan rentetan tembakan, penjatuhan sanksi dari PBB yang membawa kesuksesan, melainkan jika sampai berhasil, hanya dengan pembicaraan.

Adalah kebijakan yang tidak dapat disangkal bahwa perdamaian tidak harus disepakati antar teman melainkan antar musuh. Dan ini juga dapat diaplikasikan dalam upaya menyelesaikan konflik Irak. Jika semua pihak, meskipun sebelumnya saling berbeda pendapat, tapi pada akhirnya memiliki sasaran bersama. Mereka akan dapat saling berbicara dan saling bekerja sama. Misalnya seperti sesaat setelah tergulingnya Saddam Hussein, ketika Amerika Serikat dan Iran ikut serta dalam konferensi negara donor bagi Irak di Madrid dan menyetujui pemberian bantuan.

Sejak itu, setiap harapan diupayakan agar Irak cepat menjadi negara yang bebas dan demokratis. Semakin besar pula kewajiban bagi semua untuk menghentikan perkembangan saat ini yang terjadi di Irak. Pertemuan di Bagdad adalah hasil pertama dari kesadaran tersebut. Bukan perubahan tapi cahaya kecil tampak di akhir terowongan, namun kemungkinan besar jalan panjang yang masih harus ditempuh.

  • Tanggal 12.03.2007
  • Penulis Peter Philipp
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIuA
  • Tanggal 12.03.2007
  • Penulis Peter Philipp
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIuA