Tajuk: Cina Tidak Geram Lagi karena Kasus Hu Jia
24 Oktober 2008
Parlemen Eropa tidak tunduk pada ancaman pemerintah Cina. Eropa menganugerahkan perghargaan Sakharov kepada seseorang yang memperjuangkan 'kebebasan spiritual' secara damai. Namun dengan perjuangan yang sangat pahit. Ia memang sepantasnya memperoleh penghargaan tersebut. Penangkapan, dikenakannya tahanan rumah - semua itu tidak mematahkan semangat laki-laki berumur 35 tahun.
Selama penjagaan ketat di depan rumahnya dan telefonnya disadap, November tahun lalu Hu tetap ikut serta dalam dengar pendapat dengan Parlemen Eropa lewat internet. Ia tidak sungkan mengritik pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah Cina. Hu mengatakan, di negeri penyelenggara olimpiade itu terjadi bencana hak asasi manusia. Sebulan kemudian ketika sebagian besar koresponden asing melewati liburan natal di luar Cina, Hu Jia ditangkap. Dalam waktu sangat cepat ia pun diadili, yaitu bulan April lalu.
Proses pengadilannya pun berjalan sangat singkat. Para hakim hanya membutuhkan seharis untuk menjatuhkan vonis tahanan 3,5 tahun penjara atas tuduhan 'subversi'. Bagi kementerian luar negeri Cina hasil proses pengadilan semu itu cukup untuk mencap Hu sebagai penjahat dan mengecam penganugerahan hadiah Sakharov sebagai campurtangan urusan dalam negeri Cina.
Betapapun tepatnya penganugrahan hadiah itu bagi Hu Jia, namun yang menjadi kendala adalah saat pengumumannya. Kanselir Jerman Angela Merkel sedang berupaya untuk menormalisasi hubungan Jerman-Cina yang sempat keruh setelah Merkel menyambut Dalai Lama tahun lalu. Sedangkan dalam KTT ASEM, yang dihadiri sedikitnya 40 kepala negara dirundingkan jalan keluar dari krisis ekonomi dan keuangan.
Ekspor Cina anjlok. Para buruh pabrik yang telah dipecat langsung menggelar aksi protes di depan pabrik mainan yang ditutup. Nampaknya Beijing telah belajar dari krisis bahwa semua tergantung satu sama lain. Hanya itu yang dapat menjelaskan, mengapa juru bicara kementerian luar negeri Cina kemudian mengeluarkan pernyataan yang halus setelah mengkritik parlemen Eropa. Ia menjelaskan, penghargaan Sakharov untuk Hu Jia tidak akan menganggu KTT ASEM.
Mungkin kini pimpinan Cina menyadari, bahwa Parlemen Eropa tidak bisa dibandingkan dengan Kongres Rakyat Cina. Lembaga itu benar-benar mewakili masyarakat di Eropa, terlepas dari pemerintahannya masing-masing. Yang jelas, Beijing jarang sekali bersikap tenang menghadapi kritik dari luar.
Mungkin naif, tetapi alangkah baiknya, bila setelah bekerjasama untuk mencari jalan keluar dari krisis keuangan, muncul kesadaran, bahwa di dunia yang global ini hak asasi manusia berlaku secara universal. Orang-orang seperti Hu Jia tidak sepantasnya dipenjara, melainkan dihormati sebagai pahlawan. (an)