Tajuk: Bundeswehr dan Perang Melawan Teror | dunia | DW | 10.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tajuk: Bundeswehr dan Perang Melawan Teror

Parlemen Jerman Hari Jumat (10/11) memperpanjang mandat militer dalam misi Enduring Freedom. Tapi parlemen dinilai lalai mengevaluasi operasi militer ini selama 5 tahun terakhir.

Satuan militer Jerman yang terlibat operasi Enduring Freedom di Semenanjung Afrika

Satuan militer Jerman yang terlibat operasi Enduring Freedom di Semenanjung Afrika

Militer senang menggunakan bahasa simbolis. Operasi internasional perang melawan teror misalnya diberi nama operasi „Enduring Freedom“, artinya ‚kebebasan berkesinambungan’. Lima tahun setelah operasi militer besar-besaran seperti di Afghanistan, hasilnya tidak memuaskan. Situasi di Afghanistan tidak stabil, malah kubu Taliban kelihatan makin kuat. Operasi militer Enduring Freedom sekarang dibebankan kepada pasukan pelindung ISAF, yang sebenarnya dirancang untuk membantu pembangunan kembali Afghanistan.

Militer Jerman Bundeswehr sejak awal sudah terlibat dalam operasi Enduring Freedom. Di Afghanistan dikerahkan satuan khusus Jerman, KSK, di semenanjung Afrika beroperasi kapal perusak Jerman mengawasi kawasan perairan. Tidak banyak informasi tentang misi di semenanjung Afrika. Tapi dari sedikit fakta yang diketahui saat ini, operasi tersebut kelihatannya juga hanya bersifat simbolis saja.

Sekalipun demikian, keputusan parlemen Jerman memperpanjang mandat Bundeswehr dalam misi Enduring Freedom memang baik, terutama untuk menunjukkan solidaritas dalam aliansi melawan teror. Para anggota parlemen sayangnya lalai meminta evaluasi tentang berbagai operasi militer yang berlangsung setelah serangan teror 11 September. Tidak ada penilaian, apa yang mungkin dilakukan para serdadu dalam kapasitas dan mandat mereka, dan apa yang tidak mungkin. Setelah 5 tahun operasi militer perang melawan teror, seharusnya ada evaluasi.

Sampai kini tidak ada debat soal sukses tidaknya perang melawan teror. Ini ada hubungannya dengan sikap tidak konsisten Jerman. Publik Jerman memang menanggapi kritis politik Amerika Serikat dalam perang melawan teror. Tapi serdadu Jerman terlibat dalam operasi tersebut. Pemerintah Jerman tidak terlalu transparan tentang peran militer Jerman. Sedangkan publik kelihatan juga tidak terlalu tertarik membicarakan hal itu. Mereka tetap menganggap misi militer Jerman di Afghnaistan adalah misi bantuan pembangunan kembali dengan melibatkan serdadu-serdadu yang tersenyum ramah.

Tapi justru kasus penahanan ilegal warga Jerman Murat Kurnaz di Afghanistan menghapus gambaran tentang misi ramah militer. Warga Jerman keturunan Turki Murat Kurnaz menyatakan pernah diperlakukan tidak baik oleh anggota satuan elit Jerman KSK. Ketika di interogasi di Afghanistan, anggota KSK menjambak rambut dan membanting dia ke lantai, kata Kurnaz. Kasus ini menimbulkan kritik tajam oposisi Jerman pada menteri pertahanan Franz Josef Jung. Kementerian Pertahanan dinilai tidak transparan tentang tugas dan operasi yang dilakukan militer Jerman di Afghanistan. Menhan Jung sekarang berjanji akan memberi informasi lebih jelas dan lengkap di masa depan.

Ini memang baru janji, tapi kementerian pertahanan memang harus mengubah politik informasinya. Terutama karena satuan elit Jerman KSK di masa depan punya beban tugas yang lebih dalam perang melawan teror. Bagaimanapun, operasi satuan elit tetap harus berada di bawah pengamanan parlemen. Sehingga anggota parlemen juga bisa mengevaluasi, apakah keterlibatan Jerman dalam aliansi melawan teror ada manfaatnya atau tidak.

  • Tanggal 10.11.2006
  • Penulis Anderas Noll
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPB0
  • Tanggal 10.11.2006
  • Penulis Anderas Noll
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPB0
Iklan