Tajuk: Bagian Ketiga Laporan Iklim Dunia PBB | dunia | DW | 04.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tajuk: Bagian Ketiga Laporan Iklim Dunia PBB

Kesimpulan yang dibuat paling luas jangkauannya sekaligus paling meresahkan. Berikut komentar Ralf Bosen:

Ini merupakan laporan keempat setelah dilakukannya studi di tahun 1990, 1995 dan 2001. Sehubungan dengan publikasi secara bertahap, terdapat kesan bahwa para ilmuwan yang melakukan studi selama enam tahun, hendak menyampaikan fakta yang menakutkan secara berhati-hati. Laporan yang dikeluarkan bulan Februari dan awal April lalu sudah dapat dikatakan suram. Untuk jangka panjang suhu udara rata-rata dikatakan dapat naik sampai 6,5° C. Tergantung kawasannya, dapat terjadi banjir atau kekeringan ekstrem.

Oleh sebab itu semakin pentinglah kesimpulan pada bagian ketiga laporan iklim PBB itu. Didalamnya disebutkan sarana untuk setidaknya menghentikan laju perubahan iklim. Misalnya dengan melakukan pembatasan ketat emisi sampai tahun 2015, dipacunya penggunaan energi alternatif dan ditinggalkannya penggunaan batubara, termasuk pula dikembangkannya penggunaan energi atom. Berbagai usulan itu tidaklah baru, tetapi karena dikeluarkan oleh Dewan Iklim PBB, bobotnya bertambah. Selain itu juga menimbulkan harapan dengan pesan 'Belum terlambat! Kita tidak boleh menyerah dalam upaya menanggulangi perubahan iklim!'

Tetapi apakah anjuran itu akan dilaksanakan di seluruh dunia? Apakah para politisi di semua negara akan memanfaatkan peluang yang ada dan kompak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim? Ini sulit diyakini! Karena Dewan Iklim ini hanyalah sebuah dewan para pakar tanpa kekuasaan politik, dan dalam soal perlindungan lingkungan dunia internasional saling bersengketa. Terutama AS dan Cina tidak bersedia bergeming dari posisinya. Misalnya Cina tetap hendak menggunakan batubara yang murah untuk memacu perekonomiannya. Jadi tidak mengherankan kalau beberapa tuntutan dan ramalan dalam laporan itu jauh diperlunak dari apa yang diinginkan para ilmuwan. Kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada kepentingan bersama.

Walaupun belum akan terjadi kiamat seperti yang digembar-gemborkan kelompok yang histeris, tetapi perubahan iklim sudah dapat dipastikan. Jadi sekarang harus dilakukan persiapan untuk menghadapinya. Hanya mereka yang menganggap serius perubahan ini, menyesuaikan diri dan memajukan teknik inovatif, akan siap menghadapi tantangan di masa depan. Kemungkinan-kemungkinannya telah dibeberkan dalam laporan itu.

Mungkin Jerman dapat menjadi teladan. Karena di sini politik lingkungan semakin memainkan peranan. Untunglah kalangan industri Jerman menyadari, bahwa teknik yang ramah lingkungan juga dapat mendatangkan keuntungan besar. Tentunya itu juga dipacu oleh tuntutan konsumen yang lebih memilih produk-produk yang ramah lingkungan.

Jadi perlindungan iklim dapat menguntungkan. Terutama karena biaya untuk melindungi iklim akan lebih sedikit daripada biaya yang ditimbulkan oleh perubahan iklim bila tidak ditangani. Jadi harus dilakukan investasi untuk masa depan. Siapa yang sekarang berleha-leha nantinya akan dihukum oleh iklim.

Iklan