1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Sweet Seventeen Malala di Nigeria

14 Juli 2014

Aktivis perempuan Malala Yousafzai merayakan ulang tahunnya yang ke-17 di Nigeria dengan janji akan bekerja membantu membebaskan sekitar 216 gadis yang disandera kelompok Islamis Boko Haram.

https://p.dw.com/p/1Ccc2
Foto: Twitter

“Doa ulang tahun saya tahun ini adalah 'Bring Back Our Girls' sekarang dengan selamat,” kata dia merujuk hashtag media sosial yang dipakai seluruh dunia untuk menuntut pembebasan para gadis yang diculik dari sekolah mereka di daerah terpencil Chibok, Nigeria pada 15 April silam.

Malala, yang lolos dari percobaan pembunuhan yang dilakukan Taliban pada 2012, direncanakan bertemu dengan Presiden Nigeria Goodluck Jonathan.

Jonathan hingga kini belum bertemu dengan satupun orangtua anak gadis yang diculik, atau dengan para aktivis Nigeria yang telah menggelar kampanye ke seluruh dunia. Ia mendapat kecaman dunia karena kegagalan pemerintahannya untuk secara cepat menyelematkan para pelajar perempuan tersebut.

Malala bertemu dengan sejumlah orangtua anak yang diculik serta puluhan remaja putri yang berhasil melarikan diri dari penculikan. Semuanya telah memohon kepada Jonathan agar bernegosiasi dengan para ekstrimis Boko Haram.

Pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, tampil dalam video terbaru pekan ini, di mana ia mengulangi tuntutannya agar pemerintah membebaskan sejumlah pemberontak yang ditahan sebagai tebusan untuk membebaskan para remaja perempuan yang diculik tersebut.

“Rakyat Nigeria mengatakan 'Bring Back Our Girls,' dan kami mengatakan kepada Jonathan agar mengembalikan para pejuang kami yang ditangkap angkatan bersenjata,” kata Shekau lewat rekaman tersebut.

Jonathan sejauh ini menolak tuntutan kelompok ekstrimis tersebut.

Lebih banyak dana pendidikan

Hari Senin (14/7) Malala menghimbau kepada pemerintah Nigeria untuk mendedikasikan lebih banyak uang untuk pendidikan, agar secara drastis mengurangi ratusan ribu anak-anak yang tidak bersekolah, tidak hanya di wilayah timur laut yang berada di bawah keadaan darurat, tapi juga di tempat-tempat di mana Boko Haram menyasar serangan ke sekolah, dan membunuh ratusan pelajar.

“Kami menyampaikan solidaritas kami dengan anda, kami berdiri disamping anda dalam kampanye 'Bring Back Our Girls,' bawa kembali anak perempuan kami karena saya menganggap anak-anak perempuan ini sebagai saudara perempuan saya, mereka adalah saudara saya,” kata Malala dalam pertemuan dengan para orangtua.

”Saya akan berbicara untuk mereka sampai mereka dibebaskan, dan saya akan berpartisipasi aktif dalam kampanye 'Bring Back Our Girls' untuk memastikan mereka kembali dengan selamat dan bisa melanjutkan sekolah mereka.”

ab/hp (afp,ap,rtr)