1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Suu Kyi Akhirnya Melawat ke Luar Negeri

29 Mei 2012

Tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi untuk pertama kalinya selama lebih dari dua dekade akan melakukan kunjungan ke luar negeri.

https://p.dw.com/p/153iY
Foto: dapd

Kunjungan Aung San Suu Kyi ke Thailand seakan menandai akhir dari era isolasi dan menjadi landasan eksistensinya di panggung politik global. Suu Kyi tiba di Bangkok Selasa (29/5) siang waktu setempat.

Rencana untuk melakukan kunjungan ke luar Myanmar untuk pertama kalinya sejak 1988 dimungkinkan berkat perubahan dramatis di negara itu. Suu Kyi khawatir pada awalnya tidak diijinkan untuk kembali ke Myanmar jika berkunjung ke luar negeri.

Di Thailand, bekas tahanan politik ini akan bertemu dengan perdana menteri Yingluck Shinawatra dan menghadiri Forum Ekonomi Dunia yang membahas Asia Timur. Peraih Nobel Perdamaian ini dijadwalkan untuk berbicara dalam diskusi terbuka dengan pendiri Forum Ekonomi Dunia Klaus Schwab dan tampil dalam sesi 'peran perempuan Asia' hari Jumat (1/6).

Selain itu Suu Kyi berniat bertemu para pekerja migran di provinsi Samut Sakhon. Dunia kerja Thailand sangat bergantung pada pekerja asing murah, baik secara legal maupun ilegal. 80 persen dari dua juta pekerja asing yang terdaftar di Thailand berasal dari Myanmar.

Suu Kyi juga diperkirakan akan berkunjung ke utara Thailand untuk menemui wakil dari 100.000 pengungsi yang bermukim disana, yang terusir karena konflik di wilayah perbatasan timur Myanmar.

Presiden Myanmar Thein Sein, yang dipuji memicu reformasi di negaranya dan menyebabkan pengurangan sanksi luar negeri, menunda kunjungan resminya ke Thailand karena akan bentrok waktunya dengan perjalanan Suu Kyi. Ia kini akan berangkat ke Thailand 4 dan 5 Juni mendatang.

Rencana perjalanan Suu Kyi ke luar negeri tahun ini antara lain, menghadiri konferensi Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Jenewa 14 Juni mendatang. Setelahnya, ia akan berpidato di Oslo 16 Juni untuk menerima secara resmi penghargaan Nobel Perdamaian yang diberikan kepadanya tahun 1991 atas perjuangan damainya untuk mendorong demokrasi.

Friedensnobelpreis für Aung San Suu Kyi 1991
Penghargaan Nobel Perdamaian bagi Aung San Suu Kyi 1991Foto: picture-alliance / Scanpix Knut Falch

Suu Kyi juga akan melakukan lawatan ke Inggris dimana ia sempat tinggal bertahun-tahun bersama keluarganya. 21 Juni ia direncanakan berbicara di depan parlemen Inggris.

vlz/as (afp, rtr)