Strategi Gender dalam Kemitraan Pembangunan | Sosial | DW | 07.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Strategi Gender dalam Kemitraan Pembangunan

Target milenium PBB adalah pengentasan kemiskinan. Keterlibatan perempuan dalam upaya ini sangat menentukan.

Direktur Bank Dunia Paul Wolfowitz

Direktur Bank Dunia Paul Wolfowitz

Dunia ketiga yang tidak melibatkan perempuan dalam kegiatan perekonomiannya, akan membayar harga yang tinggi untuk kelalaian itu. Demikian menurut Direktur Bank Dunia Paul Wolfowitz. Untuk mencegah hal itu dan penetapan perlakuan yang sama antara pria dan wanita, Bank Pembangunan Jerman KfW pada Juli 2005 merumuskan apa yang dinamakan “strategi gender”.

Tujuan konsep tersebut adalah pengentasan kemiskinan, diskriminasi dan ketidakseimbangan gender. Langkah-langkah kecil yang diambil acap kali membuahi hasil yang besar. Itu misalnya dapat dilihat di Bangladesh dan Indonesia. Para petani perempuan yang dapat menjual produknya di pasar, mendapat bantuan-bantuan tertentu dalam wadah disebut “Women’Corners” yang cukup berhasil. Demikian Ingrid Mathhäus-Maier, juru bicara grup Bank KfW yang memberikan kemudahan untuk mendapatkan modal dan pinjaman bagi perempuan yang melaksanakan pembanguan kembali.

Sementara itu, September 2006, grup Bank Dunia juga telah menyetujui rencana yang disebut "Gender Action“ yang meliputi inisiatif selama empat tahun. Aksi gender itu bertujuan membantu perempuan di negara-negara berkembang untuk lebih terlibat dan memudahkan aksesnya ke posisi kunci di dunia perekonomian.

Sehubungan dengan itu, Direktur Bank Dunia Paul Wolfowitz mengatakan, penyamaan hak pria dan wanita bukanlah hanya masalah perempuan saja, melainkan urusan pembangunan negara yang bersangkutan. Jika perempuan dapat mengambil keuntungan dari investasi untuk jalan, energi dan air bersih, maka hal itu juga berdampak positif bagi pria serta anak-anak dan dapat mengentaskan kemiskinan.

Pemerintah Norwegia memuji projek Bank Dunia itu. Norwegia adalah salah satu negara donor terbesar dalam projek tersebut. Erik Solheim, Menteri Pembangunan Norwegia yakin bahwa projek “Gender Action” akan membawa perubahan di Asia dan Afrika.

Sejak sekitar 20 tahun telah diupayakan untuk mengentaskan kemiskinan di negara berkembang, Namun, dari keseluruhan bantuan pembangunan internasional tahun 2004, hanya 4,2 persen diberikan kepada organisasi perempuan dan jaringannya. Menteri Pembangunan Jerman, Heidemarie Wiecorek Zeul berjanji untuk meningkatkan upaya dalam keseimbangan gender yang akan diangkat dalam pertemuan G8 Juni mendatang di Jerman.