Solana Optimis Misi Uni Eropa di Kongo Sukses | Fokus | DW | 08.06.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Solana Optimis Misi Uni Eropa di Kongo Sukses

Pejabat Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana hari Rabu (07/06) berkunjung ke markas besar komando militer pasukan Uni Eropa di Potsdam.

Solana bersama kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin

Solana bersama kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin

Pusat komando militer Jerman itu berada di tangsi militer dekat kota Potsdam. Inilah markas pasukan perdamaian Jerman yang kian sering ditugaskan di luar negeri. Tapi bukan hanya itu, di markas ini juga berlangsung seluruh organisasi dari misi operasional Uni Eropa untuk Kongo, yang dipimpin seorang jenderal Jerman. Rabu kemarin, markas yang biasanya tertutup untuk publik ini, membuka pintunya bagi wartawan.

Layar komputer yang berjejer di tiga deretan meja itu bersih dari informasi militer yang bisa menarik perhatian wartawan. Sederet jam dinding menunjukkan waktu berbagai wilayah di dunia. Dua orang perwira Finlandia berdiri di depan sebuah peta Kongo yang menunjukkan sejumlah landasan udara. Di samping peta itu, terdapat beberapa peta lain. Salah satunya adalah peta wilayah pemilihan yang ditetapkan untuk pemilihan umum Kongo pada 30 Juli mendatang.

Anggota militer dari 18 negara secara bergantian bertugas di ruang tanpa jendela ini. Letnan Michael Knop, yang bertanggung jawab untuk pers menjelaskan fungsi Markas Besar di Potsdam itu.

Michael Knop: “Kami adalah otot yang melaksanakan politik Uni Eropa di Brussel. Kami melakukan perencanaan strategis untuk seluruh operasi itu. Secara hierarkis, markas di Kinshasa yang dipimpin seorang Jerderal Perancis, bertanggung jawab kepada Jenderal Viereck di sini. Pasukan yang ke Kongo terdiri dari tentara 20 negara. Kami berkomunikasi dalam bahasa Inggris, walaupun bahasa resmi di Kongo adalah bahasa Perancis. Oleh sebab itu, kami juga akan mengirim beberapa orang tentara yang berbahasa Perancis untuk mendampingi di posisi-posisi kunci.”

Pejabat luar negeri Uni Eropa, Javier Solana, yang melakukan inspeksi singkat menilai persiapan cukup matang. Ia menilai positif upaya Uni Eropa di Kongo.

Javier Solana: „Kami telah melibatkan diri secara politik, membantu menyiapkan Konstitusi Kongo. Kami mengupayakan bantuan kemanusiaan, memberikan bantuan dana jutaan Euro, dan kami sangat mengharapkan suksesnya bagian terakhir jalan menuju demokrasi ini, yaitu pemilihan umum mendatang.“

Mengamankan pemilu di Kongo merupakan tugas utama pasukan Uni Eropa, yang mayoritasnya berasal dari Jerman dan Perancis. Pasukan ini bakal menetap selama empat bulan di wilayah Afrika Tengah itu dan bila perlu, bertanggung jawab untuk pelaksanaan evakuasi dari Kinshasa.