Skandal Penyadapan Ilegal di Italia | Fokus | DW | 22.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Skandal Penyadapan Ilegal di Italia

Sebuah skandal penyadapan terbesar dalam sejarah negerinya sedang menghantui masyarakat Italia. Selama bertahun-tahun, sebuah kelompok mata-mata menyadap pembicaraan ribuan orang, pemain bola dan sejumlah direktur perusahaan

Christian Vieri, Termasuk salah satu korban penyadapan.

Christian Vieri, Termasuk salah satu korban penyadapan.

Kejaksaan telah memerintahkan untuk menangkap 21 orang yang dicurigai terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurut pihak kejaksaan Italia, penangkapan tersebut hanyalah sebagian dari jariang besar yang dibangun oleh sejumlah politikus, pegawai perusahaan telekomunikasi, perusahaan Pirelli, dan agen-agen penyelidik swasta.

Orang yang dicurigai sebagai dalang di balik penyadapan ilegal tersebut ialah bekas kepala bagian keamanan di perusahaan telekomunikasi Italia, Giuliano Tavaroli, dan kepala sebuah kantor detektif swasta di Fiorentina, Emanuele Cipriani.

Menurut pemberitaan kantor berita Ansa, Tavaroli dan Cipriani telah ditangkap bersama 19 tertuduh lainnya. Mereka akan didakwa telah terlibat dalam sebuah jaringan rahasia penyadapan ilegal.

Harian Corriere della Sera memberitakan, bahwa mantan kepala direksi perusahaan Confindustria, Antonio D’ Amato termasuk ke dalam korban penyadapan. Selain itu juga terdapat korban dari jajaran politikus, seperti Lorenzo Cesa dari Partai Kristen Demokrat.

Tidak hanya itu,Pemain bola terkenal Christian Vieri dan putri dari bekas Perdana Menteri Italia, Silivio Berlusconi juga diolaporkan turut menjadi korban penyadapan. Sejak bulan oktober tahun lalu, Marina Berlusconi memimpin perusahaan keluarga, Fininvest dan termasuk salah satu perempuan paling berpengaruh di Italia.