Skandal Foto: AB Jerman Tutup Mulut | Fokus | DW | 14.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Skandal Foto: AB Jerman Tutup Mulut

Kurangnya pengertian mengenai politik informasi Jerman yang restriktif di markas besar ISAF.

Tentara Jerman di Afghanistan

Tentara Jerman di Afghanistan

Tema foto tengkorak masuk dalam daftar agenda angkatan bersenjata Jerman di Afghanistan. Skandal foto-foto tentara ini menarik perhatian media Jerman menuju Afghanistan. Apa pendapat para tentara Jerman tentang foto-foto tersebut? Apakah mereka berada dalam bahaya tambahan akibat dipublikasikannya foto-foto ini karena para ektrimis sekarang lebih kuat membidik Jerman? Jawabannya tidak diberikan.

Tidak ada komandan Jerman, tidak ada perwira, tidak ada seorang pun yang boleh mengatakan sesuatu tentang hal ini. Wartawan hanya diterima di angkatan bersenjata Jerman dengan pendaftaran lama sebelumnya dan dengan ijin pimpinan angkatan bersenjata Jerman. Tema pembicaraan dengan pasukan di luar kantor humas juga hanya sebatas kerjasama sipil dan militer. Seorang letnan satu di Kabul hanya dapat berkomentar secara umum: "Rakyat sipil sangat terbuka terhadap kami. Kerja sama dengan kekuatan ISAF sangat baik. Sekarang masih ada atmosfir pembicaraan yang sangat terbuka dan baik. Tentu saja kita juga amat mengerti keramah-tamahan orang Afghanistan.“

Dalam hal ini situasi keamanan untuk angkatan bersenjata Jerman jelas tidak menjadi lebih buruk. Tidak ada kekecewaan besar atau bahkan protes anti Jerman. Tetapi tidak bisa dikatakan, bahwa skandal ini tanpa kelanjutannya. Michael Backhaus, juru bicara angkatan bersenjata Jerman di Kabul hanya dapat menjelaskan situasi secara umum: "Situasi keamanan di Kabul tetap tidak tenang seperti biasa, tetap tidak stabil. Tahun ini sayangnya kami harus menerima kenaikan jumlah serangan, walaupun saat ini untungnya sedang tenang.“

Di samping untuk foto-foto tengkorak, masih banyak pembatasan lainnya. Bulan November ini kunjungan wartawan dalam rangka pergantian kontingen sangat dibatasi. Untuk Negara-negara anggota pasukan perlindungan internasional untuk Afghanistan atau ISAF lainnya, tidak diketahui pembatasan seperti itu. Hanya, penempatan pasukan Kanada yang tinggal di pangkalan ISAF di Kandahar selalu diikuti oleh para reporter sejak awal tahun ini.

Sementara di selatan Afghanistan dan di Kabul selalu ada berita tentang penempatan angkatan bersenjata dan kejadian seputar pasukan ISAF, hal ini hampir tidak pernah dilakukan oleh komando untuk Afghanistan utara yang dipimpin oleh Jerman. Informasi hanya tersedia jika diminta secara konkrit. Hal ini juga dengan keterlambatan dan batasan.