Skandal Cambridge Analytica: Mark Zuckerberg Akui “Kesalahan” Facebook | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 22.03.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Skandal Cambridge Analytica: Mark Zuckerberg Akui “Kesalahan” Facebook

Pendiri dan Direktur Utama Facebook Mark Zuckerberg akhirnya buka suara terkait skandal penyalahgunaan data-data pribadi.

Mark Zuckerberg hari Rabu (21/3) menyatakan, perusahaannya memiliki "tanggung jawab" untuk melindungi data-data penggunanya. "Jika kami tidak bisa, maka kami tidak pantas untuk melayani Anda," katanya sembari memohon maaf.

"Kabar baiknya adalah,. bahwa tindakan yang paling penting untuk mencegah hal ini terjadi, sudah kita mulai beberapa tahun yang lalu," kata Marc Zuckerberg dalam pernyataan yang diposting di halaman Facebook-nya.

"Tapi kami juga membuat kesalahan, masih ada lagi yang harus dilakukan, dan kami harus meningkatkan langkah-langkah itu dan melaksanakannya," kata dia.

Langkah-langkah baru

Zuckerberg menyatakan ada tiga langkah yang akan segera diterapkan Facebook:

• Menyediakan sarana bagi pengguna untuk menghapus aplikasi pihak ketiga
• Membatasi akses pengembang aplikasi ke data pengguna

• Memblokir pengembang yang menyalahgunakan data pribadi dan memberi tahu pengguna bersangkutan.

"Saya yang memulai Facebook, dan pada akhirnya saya yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di platform kami. Saya serius melakukan apa saja yang diperlukan untuk melindungi komunitas kami," kata Marc Zuckerberg.

Facebook F8 Conference (Getty Images/J. Sullivan)

Facebook saat ini memilki lebih 2 miliar pengguna

Seharusnya tidak percaya pada Cambridge Analytica

Facebook mengatakan mereka terkecoh oleh Cambridge Analytica. Perusahaan yang didirikan Steve Bannon, mantan ketua tim stratetgi Gedung Putih itu memanen data dari jutaan pengguna media sosial untuk kampanye pemilu Presiden AS 2016 dalam rangka memenangkan Donald Trump.

"Kami seharusnya tidak mempercayai sertifikasi Cambridge Analytica, dan kami tidak akan membuat kesalahan itu lagi," tulis Marc Zuckerberg.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis ke media AS, Facebook mengatakan: "Seluruh perusahaan marah karena kami ditipu… Kami berkomitmen untuk menegakkan kebijakan kami demi melindungi informasi pribadi dan akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk mencegah hal ini terjadi," lanjutnya.

Kritik gencar

Anggota parlemen di Amerika Serikat dan Eropa menyerukan kepada jajaran direktur Facebook, terutama Marc Zuckerberg, untuk memberi kesaksian langsung tentang bagaimana data pengguna bisa disusupi dan dicuri serta apa rencana Facebook untuk mencegahnya.

Berbicara kepada stasiun siaran CNN, Marc Zuckerberg mengatakan dia bersedia memberi kesaksian kepada Kongres AS "jika itu adalah hal perlu dilakukan."

Sebelumnya, perusahaan sosial media terbesar dunia itu sudah menghadapi kritik gencar karena mengizinkan menyebarnya berita palsu (hoax) di platformnya selama kampanye pemilihan presiden AS. Facebook saat ini digunakan secara reguler oleh 2,1 miliar pengguna.

hp/as (afp, rtr, dpa)

 

Laporan Pilihan