Sidang Khusus IAEA di Wina | Fokus | DW | 07.03.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Sidang Khusus IAEA di Wina

Dirjen IAEA Mohammed el Baradei sempat membuat kejutan ketika mengisyaratkan, kompromi masih bisa dicapai dalam sengketa atom Iran.

Jumpa pers dengan Dirjen IAEA el Baradei

Jumpa pers dengan Dirjen IAEA el Baradei

Sidang Khusus Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk membahas program atom Iran dimulai kemarin di Wina, Austria. Selama ini, Iran bersikeras untuk melanjutkan program atomnya. Sedangkan Amerika dan Uni Eropa, khususnya, menuntut agar Iran menghentikan semua kegiatan yang berhubungan dengan program atom itu.

Mohammed el Baradei:Saya sangat berharap bahwa dalam minggu ini kita akan mencapai kesepakatan. Karenanya, saya mengimbau semua pihak agar sejauh mungkin mendukung negosiasi ini”.

Demikian dikatakan Dirjen IAEA Mohammed el Baradei dalam pidato pembukaan Sidang Khusus Dewan Gubernur IAEA. Tiga puluh lima wakil berbagai negara hadir di Wina untuk membahas kelanjutan konflik program atom Iran. Selain membahas laporan IAEA, mereka bersidang untuk memutuskan pelimpahan masalah atom Iran ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dirjen IAEA Optimis

Namun Mohammed el Baradei menilai pemecahan masalah atom Iran tidak perlu sampai harus ditangani Dewan Keamanan. Dengan optimis ia menyatakan, bahwa sebuah solusi politik bisa dicapai dalam beberapa minggu mendatang. Menurut sumber IAEA, optimisme Baradei didasari sejumlah laporan mengenai kesediaan Iran untuk berkompromi, bila hal itu berkaitan dengan program penelitian atomnya.

Tampaknya saat ini, optimisme Baradei ditanggapi dengan posisi berbeda-beda oleh Dewan Gubernur IAEA. Walaupun begitu, wakil dari Cina berangkat ke Teheran untuk menjajaki kemungkinan kompromi itu. Sedangkan, tadi malam Menteri Luar Negeri Rusia Sergej Lawrow tiba di Amerika Serikat untuk membicarakan masalah Iran dengan Menlu AS Condoleeza Rice. Cina, Amerika Serikat dan Rusia adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yang memiliki hak veto.

Laporan Akhir IAEA

Selasa (07/03) atau selambatnya Rabu (08/03) , IAEA akan menyampaikan laporan terakhirnya. Diperkirakan laporan itu bakal mengkonfirmasi bahwa Iran sudah memulai pengayaan uranium dalam jumlah kecil. Menurut wakil IAEA Ollie Heinonen, dengan jumlah itu dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuat bom atom.

Di pihak lain, Teheran telah merahasiakan sebagian program atomnya selama 18 tahun. Keseluruhan program atom Iran baru terbongkar setelah pihak oposisi
di Iran mempublikasikannya. Itulah salah satu alasan timbulnya ketidak-kepercayaan masyarakat internasional, khususnya Amerika Serikat, terhadap Iran. Namun Direktur Jenderal IAEA Mohammad el Baradei menegaskan bahwa konfrontasi tidak akan membawa hasil.

Mohammed el Baradei: “Semakin cepat, masa lalu itu dapat diungkapkan, maka semakin cepat pula hubungan Iran dengan masyarakat Internasional dapat diperbaiki.“ (ek)