Seruan “Menuntut Keadilan” di Pemakaman George Floyd | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 10.06.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Rasisme

Seruan “Menuntut Keadilan” di Pemakaman George Floyd

Pemakaman George Floyd dihadiri politisi, aktivis hak-hak sipil, selebritas dan anggota keluarga warga kulit hitam lainnya yang meninggal di tangan polisi. Mereka menyerukan langkah menentang ketidakadilan rasial di AS.

Pemakaman untuk George Floyd, seorang pria kulit hitam yang kematiannya di tangan polisi Minneapolis memicu protes di seluruh dunia, berlangsung pada Selasa (09/06) di kota kelahirannya di Houston, Texas.

Acara dimulai pukul 11 pagi waktu setempat, diawali dengan penyampaian pidato dari pemimpin hak-hak sipil AS Al Sharpton.

"Tuhan selalu menggunakan orang-orang yang tidak biasa untuk melakukan kehendaknya ... Tuhan mengambil saudara laki-laki biasa, dari Third Ward, dari proyek perumahan biasa ... dan menjadikannya landasan dari sebuah gerakan yang akan mengubah seluruh dunia," ujar Sharpton.

Puluhan anggota keluarga Floyd, kebanyakan dari mereka mengenakan pakaian putih, berjalan bersama Sharpton ke tempat kudus.

Sekitar 500 tamu menghadiri acara pribadi tersebut, termasuk politisi, aktivis hak-hak sipil, dan selebritas serta anggota keluarga dari warga kulit hitam lain yang meninggal di tangan polisi. Aktor Channing Tatum, Jamie Foxx, pembuat film Tyler Perry, dan penyanyi Ne-Yo, serta juara tinju Floyd Mayweather -yang dilaporkan membiayai dana pemakaman - turut hadir di acara itu.

Sementara, hadir pula sekitar 50 orang di luar The Fountain of Praise Church, tempat pemakaman diadakan.

Floyd dimakamkan di kota terdekat Pearland bersama ibunya. Setelah upacara, kereta kuda membawa peti mati ke tempat peristirahatan terakhir.

Siaran langsung dari pemakaman menunjukkan acara berlangsung khidmat. Setelahnya ada pula penampilan musik yang menggembirakan serta ucapan peringatan untuk mengenang Floyd.

"Third Ward, Cuney Homes, di situlah dia dilahirkan," kata saudara laki-laki Floyd, Rodney, kepada pelayat. "Tapi semua orang akan mengingatnya di seluruh dunia. Dia akan mengubah dunia.''

Ucapan belasungkawa capres AS Joe Biden

Anggota Kongres AS setempat, Al Green, menggemakan ucapan Rodney: "George Floyd mengubah dunia. Dan kita akan membuat dunia tahu bahwa dia membuat perbedaan," katanya di hadapan jemaat.

"Kita memiliki tanggung jawab terhadap masing-masing mereka (warga kulit hitam yang meninggal di tangan polisi) untuk memastikan bahwa kita tidak pergi setelah melepas kepergiannya dan tidak mengambil langkah berikutnya ... untuk meyakinkan generasi masa depan bahwa ini tidak akan terjadi lagi," katanya.

Berbicara kepada pelayat melalui pesan video, calon presiden dari Partai Demokrat dan mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, menyebutkan tentang: "penyalahgunaan sistematis yang masih mengganggu kehidupan Amerika."

"Ketika kita mendapatkan keadilan untuk George Floyd, kita akan benar-benar menuju keadilan rasial di Amerika," kata Biden. "Kita bisa menyembuhkan luka bangsa ini dan mengingat rasa sakitnya," katanya.

Seruan untuk pangkas anggaran polisi

Kematian Floyd pada 25 Mei memicu gerakan protes global menentang rasisme dan kebrutalan polisi.

Pria berusia 46 tahun itu meninggal setelah mantan polisi Minneapolis Derek Chauvin menekan leher Floyd dengan lututnya, selama hampir sembilan menit, sementara Floyd memohon: “Aku tidak bisa bernapas.”

Polisi kulit putih itu menangkap Floyd karena diduga menggunakan uang palsu senilai US$ 20 atau Rp 280 ribu. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua pada Senin (08/06), dengan jaminan yang ditetapkan sebesar US$ 1 juta (Rp 14 miliar) dengan syarat dan US$ 1,25 juta (Rp 17 miliar) tanpa syarat.

Para pengunjuk rasa yang menyuarakan protes menentang kebrutalan polisi AS, meminta agar kota-kota di AS memangkas anggaran departemen kepolisian setempat dan mengarahkan dananya ke program sosial lainnya.

pkp/rap (AFP, AP, dpa)