Serpihan AdamAir Ditemukan | Fokus | DW | 11.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Serpihan AdamAir Ditemukan

Tim pencari dan penyelamat pesawat AdamAir yang hilang sejak sepuluh hari lalu, dalam penerbangan Surabaya - Menado menemukan sejumlah petunjuk keberadaan pesawat naas itu, dengan ditemukannya ekor dan sejumlah serpihan pesawat oleh warga. Namun Tim Pencari dan Penyelamat SAR belum berhasil menemukan rongsokan badan pesawat dan menentukan lokasi jatuhnya pesawat serta penyebab kecelakan itu.

Pencarian Adam Air

Pencarian Adam Air

Kepingan ekor dan sejumlah bagian pesawat AdamAir, ditemukan secara tidak sengaja oleh nelayan dan penduduk Pantai Lojie, Kecamatan Malusepasi, Kabupaten Barru. Sulawesi Selatan. Kapolwil Pare Pare Sulawesi Selatan, Genot Haryanto mengungkapkan, bagian-bagian pesawat itu ditemukan dalam keadaan hancur dan tercerai-berai.

Genot Haryanto:

“Yang ditemukan, selain ekor pesawat ini ada pelambung pesawat, pelontar cahaya untuk meminta bantuan atau SOS, sandaran kursi, selt bealt, juga ada fiber yang ada di pesawat, serpihan serpihan ada yg lebarnya 30, 40, 50 centi jumlahnya ada delapan hancur. Sementara anggota saya lagi menyisir dan mengumpulkan ”

Lokasi penemuan serpihan pesawat, berjarak sangat jauh, yaitu 12 jam perjalanan laut dari lokasi terakhir pesawat terjatuh dan memancarkan sinyal Elba yang ditangkap Radar Singapura. Yaitu di perairan Mamuju dan Majene Tanah Toraja. Inilah yang meyakinkan Tim SAR, bahwa pesawat itu jatuh di daerah lain, meski demikian, Komandan Tim SAR Edy Suyanto menyatakan telah mengubah pola operasi pencarian dengan mengerahkan seluruh personel SAR memfokuskan pencarian di sekitar pantai Sulawesi Selatan.

Edy Suyanto:

“Itu serpihan saja kan, karena air laut bergerak dari utara ke selatan, maka kemungkinan barangnya itu ada di utara. Operasi di laut dibagi 3, di Mamuju, Majene kemudian KRI Fathilah menyapu dari Majene ke selatan sekaligus menyisir pantai. Dari udara larinya juga ke pantai. Tim yang di gunung diterjunkan dan dilarikan ke pinggir pantai. Kita sudah punya data bukti baru tapi belum bisa diungkapkan. Pasukan katak juga diturunkan untuk melihat itu, maksud saya marinir untuk menyelam melihat kedalaman laut”

Ekor dan serpihan pesawat telah ditemukan dalam keadaan hancur. Komite Nasional

Keselamatan Transportasi KNKT sejauh ini belum berani menyimpulkan kemungkinan pesawat meledak di udara sebelum terjatuh di lautan. Ketua KNKT, Setyo Rahardjo menyatakan untuk merekonstruksi penyebab kecelakaan, pihaknya memerlukan temuan bagian penting pesawat yang lebih besar seperti mesin dan kotak hitam pesawat untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.

Setyo Rahardjo:

“Kalau hanya dari satu serpihan seperti ini belum cukup kita analisa, Saya tidak berani mengatakan itu meledak atau tidak, belum bisa mengatakan itu, peledakan atau tidak karena dia pecah di air juga hasilnya sama. Kalau bisa menemukan hal lain yang cukup signifikan baru bisa kita analisa, Temuan di lapangan kita analisa katakanlah bisa kita rekontruksi kita rakit kembali serpihan-serpihan pesawat ini”.

Pesawat Adam Air yang dipiloti Refri Agus Widodo ini, dinyatakan hilang sejak Senin 1 Januari lalu, dalam penerbangan Surabaya-Manado dengan 96 penumpang dan 6 orang awak. Sejauh ini belum ada laporan mengenai nasib para penumpang. Selain Tim SAR nasional, upaya pencarian pesawat juga melibatkan, Angkatan Udara Singapura, Amerika Serikat dan Kanada.

  • Tanggal 11.01.2007
  • Penulis Zaki Amrullah
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIw0
  • Tanggal 11.01.2007
  • Penulis Zaki Amrullah
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIw0