Seribu Penerbangan Gelap? | Fokus | DW | 07.04.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Seribu Penerbangan Gelap?

CIA dituduh melakukan penculikan dan penahanan ilegal. Itulah salah satu hal yang disorot laporan Amnesty Internasional yang dipublikasi 5 April di London.

default

TIdak mudah memandang enteng laporan AI atau Amnesty Internasional yang menunjukkan bukti mengenai sejumlah operasi rahasia, dimana terjadi penculikan dan penahanan oleh CIA terhadap orang-orang yang diduga sebagai teroris.

Dengan Pesawat Privat

AI melaporkan, badan intelijen Amerika Serikat CIA memaksa orang-orang yang diculik ini terbang dalam pesawat yang dimiliki sejumlah perusahaan swasta. Namun perusahaan-perusahaan ini hanyalah kamuflase. Pesawat privat ini bisa mendarat di lapangan udara komersial tanpa harus melalui pemeriksaan. Sehingga CIA bisa leluasa menghindari peraturan penerbangan internasional. Demikian dikatakan salah seorang anggota Amnesty International, Neil Derkin.

Penahanan Ilegal

Antara 2001 hingga 2005, tercatat sekitar 1000 penerbangan yang diketahui dilakukan oleh CIA secara langsung. Selain itu, ada 600 transportasi udara lainnya, yang berindikasikan keterlibatan CIA. Condoleeza Rice mengatakan, penerbangan ini menyelamatkan nyawa manusia dan dibutuhkan dalam perang melawan terorisme. Ini disanggah oleh Neil Derkin. Penerbangan ini berfungsi untuk memindahkan orang yang mereka culik ke penjara-penjara rahasia. Di tempat-tempat ini mereka ditahan, tanpa bisa berhubungan dengan dunia luar, tanpa pengacara dan kadang-kadang para tahanan ini disiksa. Lebih lanjut dinyatakan Derkin.

Kesaksian Korban

Nasib tiga orang lelaki Yaman merupakan salah satu contoh dalam laporan Amnesty Internasional itu. Ketiga lelaki ini ditangkap tahun 2003, atas dasar dugaan teroris. Kemudian ditahan di sebuah tempat di Eropa Timur atau Asia Tengah selama lebih dari satu tahun. Dalam kesaksianya ketiga lelaki itu menceritakan bagaimana pesawat yang membawa mereka terbang melalui zona waktu dan iklim yang berubah-ubah ke suatu tempat yang tak mereka ketahui.

Melintasi wilayah Udara Eropa

Sejumlah keterangan yang disampaikan ketiga lelaki Yaman itu serupa dengan gambaran dalam kesaksian Khaled El-Masri, warga Jerman keturunan Lebanon yang juga pernah ditahan secara illegal. Menurut El Masri, ia ditangkap pada Tahun Baru 2003 di Macedonia dan ditahan selama 5 bulan di Afghanistan. Dalam laporan Amnesty Internasional disebutkan, penerbangan-penerbangan CIA seringkali melintasi ruang angkasa Eropa. Pesawat-pesawatnya mendarat juga di Jerman dan Inggris.

Memperketat Pengawasan Penerbangan

Amnesty Internasional menuntut agar penculikan dan penahanan illegal ini dihentikan. Salah satu cara untuk memastikannya, adalah dengan mendaftarkan semua penerbangan intelijen yang melintasi suatu wilayah ke negara yang bersangkutan. Dengan begitu, badan intelijen seperti CIA tidak bisa lagi menghindari pengawasan badan pemerintah lokal. Sampai sekarang CIA belum menanggapi laporan itu. Pun jurubicara CIA tidak berkomentar