Serangan Udara Pertama Macan Tamil | Fokus | DW | 26.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Serangan Udara Pertama Macan Tamil

Beberapa jam setelah serangan udara pertama mereka, Kelompok Macan Tamil mengedarkan foto-foto dari apa yang mereka sebut Angkatan Udara Macan Tamil.

Korban luka serangan udara Macan Tamil

Korban luka serangan udara Macan Tamil

Tampak antara lain pemimpin Macan Tamil yang lebih dari 20 tahun hidup di persembunyian, Velupillai Prabhakaran, berpose bersama tujuh penerbang Macan Tamil. Tampak juga dua penerbang di atas kokpit pesawat yang dicat motif loreng militer, serta sejumlah bom konvensional di bawah perut pesawat. Disebutkan, foto-foto itu diambil menjelang serangan Senin fajar. Pemberontak Srilanka, Macan Pembebasan Tamil Eelam, LTTE, mengaku telah memiliki 6 pesawat. Dari foto-foto itu, salah satu pesawat diduga jenis Z-143, yang merupakan pesawat latih ringan buatan Ceko.

Serangan udara Macan Tamil itu menewaskan tiga anggota Angkatan Udara Sri lanka, dan melukai 16 orang lainnya. Kelompok macan Tamil mengaku mengirim dua pesawatnya dalam serangan itu. Namun militer Srilanka menyebut hanya satu pesawat yang menjatuhkan bom di pangkalan angkatan udara mereka yang berjarak sekitar 20 km dari Banda udara Colombo itu. Juru bicara militer Srilanka, Prasad Samarasinghe menjelaskan:

"Ini pertama kalingya LTTE melancarkan serangan udara. Mereka menggunakan sebuah pesawat ringan, dan menjatuhkan tiga buah bom. Namun yang satu tidak meledak. Sasaran mereka sebetulnya pangkalan Angkatan Udara, tempat diparkirnya pesawat-pesawat tempur. Namun sistem penangkal kami aktif, karenanya mereka cuma mampu melaju ke arah barak, di bagian rekayasa.

Pemerintah Srilanka sedikit beruntung, karena serangan ini tidak menghancurkan pesawat-pesawat tempur mereka. Padahal jelas, mereka tak pernah menduga akan datangnya serangan itu. Itu terlihat dari lambatnya serangan balasan dari angkatan udara Srilanka. Sehingga pesawat penyerang bisa kembali dengan selamat ke pangkalan udara Macan Tamil, di Wani, Utara Srilanka.

Sudah sejak tahun 1998 sebetulnya Macan Tamil mengaku membangun angkatan udara. Namun baru kali inilah serangan udara benar-benar dilancarkan.

Namun juru bicara militer Srilanka, Prasad Samarasinghe mengatakan, terlalu berlebihan kalau dikatakan Macan tamil telah membangun suatu angkatan udara. Namun tetap saja, keberhasilan suatu kelompok pemberontak memiliki pesawat terbang untuk operasi mereka adalah sebuah ancaman baru. Prasad Samarasinghe memperingatkan:

"Ini bukan cuma ancaman untuk Srilanka saja. Tapi juga untuk seluruh kawasan ini. Kalau organisasi teror seperti LTTE itu bisa menyelundupkan bagian-bagian pesawat seperti itu masuk Srilanka, sampai bisa dipakai untuk serangan bom, jelas merupakan ancaman juga buat negara-negara tetangga kami".

Militer Srilanka masih terus menyelidiki, bagaimana Macan Tamil sampai bisa benar-benar memiliki pesawat terbang. Dugaan sementara, pesawat-pesawat itu diselundupkan secara terurai melalui laut. Baru kemudian dirakit di tempat-tempat persembunyian Macan Tamil.

Selama ini, Macan Tamil telah memiliki satuan Macan Laut, yang beroperasi di perairan, melancarkan serangan terhadap angkatan laut Srilanka. Namun satuan udara dengan pesawat terbang, sungguh tak pernah diperkirakan. Juru bicara Macan Tamil, Rasiah Ilanthiraiyan menegaskan, serangan ini cuma merupakan awal dari serangan-serangan udara berikutnya. Konflik Srilanka pun memasuki suatu babak baru. Seiring musnahnya berbagai pembicaraan perdamaian yang selama ini diupayakan dengan susah payah.