Serangan Mematikan di Peshawar | Fokus | DW | 15.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Serangan Mematikan di Peshawar

Sebuah serangan bunuh diri dengan bom berdaya ledak tinggi menghancurkan sebuah hotel di pusat kota Peshawar Pakistan. Pelaku menempelkan pesan di sebuah potongan kaki.

Potongan tubuh korban berhamburan ke jalan dekat Mesjid Mahabat, sebuah mesjid tua bersejarah. Selasa lepas jam makan siang itu, hotel Marhaba dilanda serangan bom yang dahsyat. Lebih dari 25 orang dipastikan tewas, termasuk dua perempuan dan seorang anak. Puluhan orang lain terluka, sebagian di antaranya dalam kondisi kritis.

Restoran hotel yang menyajikan masakan khas Afghanistan, hancur lebur dan puluhan pengunjungnya terjebak dalam reruntuhan.

Seorang karyawan hotel yang jadi sasaran serangan bom itu menggambarkan, suara ledakan terdengar memekakkan telinga dan seketika ruangan lobby hotel dipenuhi asap tebal.

Kepolisian mencurigai bahwa sasaran serangan bom adalah pemilik Hotel Marhaba, Haji Sadiruddin, yang juga tewas dalam ledakan tersebut.

Kepala Kepolisian provinsi setempat, Fayazz Turu mengatakan:

"Ledakan itu terjadi pada sekitar pukul 1 siang. Sekarang kami tengah melakukan penyelidikan intensif, namun belum ada titik terang. Namun kami telah menemukan dua potongan kaki yang diperkirakan dari pelaku bom bunuh diri"

Pada salah satu potongan kaki itu tertempel pesan dari para perancang serangan. Ditulis dalam bahasa Pashtun, pesan itu kurang lebih berbunyi, "Barangsiapa menjadi agen Amerika Serikat akan dibunuh."

Belum ada organisasi yang mengaku sebagai pelaku serangan. Sementara itu, muncul berbagai spekulasi yang menduga serangan itu sebagai pembalasan atas terbunuhnya pemimpin militer Taliban, mullah Dadullah, dua hari sebelum peledakan Hotel Marhaba.

Namun juru bicara Menteri Dalam Negeri, Javed Cheema mengatakan pada media, masih terlalu dini untuk menghubungkan serangan di Peshawar dengan kematian Dadullah. Lebih lanjut dikatakan Cheema, Dadullah tewas di Afghanistan dan agen rahasia Pakistan tidak terlibat dalam pembunuhan Dadullah.

Mullah Dadullah memang tewas dalam operasi militer yang dilancarkan pasukan internasional di provinsi Helmand, Afghanistan. Tetapi bulan Januari silam, Presiden Pervez Musharraf mengungkapkan sudah tiga kali pemerintah Pakistan berupaya menangkap atau membunuh komandan sayap militer Taliban Mullah Dadullah, kendati gagal.

Sedangkan Menteri urusan Hukum Provinsi Perbatasan Barat Laut, Zafar Azam menduga, ledakan itu dilakukan oleh pihak yang sama dengan serangan bunuh diri di dekat kota Charsadda yang terjadi 28 April lalu. Ledakan itu menewaskan setidaknya 29 orang dan melukai Menteri Dalam Negeri Aftab Sherpao.

Perdana menteri provinsi itu, Akram Khan Durrani menyatakan, para pelaku serangan bom bunuh diri di provinsi yang berbatasan dengan Afghanistan itu bisa leluasa, karena pihaknya kekurangan polisi. Dikatakan Durrani:

"Kami sudah lama meminta tambahan 15 000 petugas polisi untuk mengamankan negara bagian ini. Namun pemerintah pusat tidak mengirimkan satupun petugas polisi tambahan. Kami sungguh merasa tidak mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk mengamankan wilayah kami."

Sepanjang tahun 2007 ini Pakistan dilanda serangkaian serangan mematikan. Sebagian besar merupakan pembalasan atas operasi militer melawan milisi Taliban dan Al Kaidah di sekitar perbatasan dengan Afghanistan. Januari lalu, setidaknya 15 orang tewas, sebagian besarnya anggota polisi, dalam sebuah serangan bunuh diri di Peshawar.

Kota Peshawar saat ini memang dihuni ratusan ribu pengungsi dari Afghanistan yang berdatangan sejak 25 tahun lalu.. Pemerintah Pakistan menuding sebagian pengungsi Afghanistan terlibat dalam berbagai serangan.