Serangan di Afghanistan Tewaskan Tiga Tentara Bundeswehr | Fokus | DW | 19.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Serangan di Afghanistan Tewaskan Tiga Tentara Bundeswehr

Sekitar jam 10 pagi waktu setempat, para tentara Bundeswehr tengah melakukan patroli jalan kaki dan dengan kendaraan menyusuri kota Kundus di utara Afghanistan, ketika terjadi serangan bom bunuh diri. Tiga tentara Jerman tewas dan 2 lainnya luka-luka.

Tentara Bundeswehr di Provinsi Kundus Afghanistan

Tentara Bundeswehr di Provinsi Kundus Afghanistan

Keterangan tentang jumlah korban warga Afghanistan dari serangan di ibukota provinsi Kundus hingga berita ini diturunkan masih terus berubah. Juga masih simpang siur tentang ledakan yang juga diberitakan terjadi di luar kota Kundus. Menurut keterangan ketua aparat keamanan kota Kundus Nur Mohammad Anakhel, tiga tentara Bundeswehr dan empat sampai tujuh orang penduduk sipil tewas. Sementara dua tentara Bundeswehr dan belasan penduduk sipil lainnya luka-luka, termasuk seorang penerjemah dari pasukan Bundeswehr. Menurut keterangan kepala polisi provinsi Kundus Jenderal Ayub Salangi, dalam patroli tersebut dua kendaraan angkatan bersenjata Jerman Bundeswehr melewati sebuah pasar. Di sana para tentara dengan penerjemahnya turun dari kendaraan untuk membeli sesuatu, ketika ledakan tersebut terjadi.

Seorang pemilik toko yang merupakan saksi mata melaporkan tiba-tiba terdengar suara ledakan besar. “Kami menjadi takut. Kami melihat asap tebal dan orang-orang yang berlarian.” Dari laporan koresponden stasiun televisi ARD Jerman, Bert Kanthak

“Dalam patroli tersebut terjadi ledakan satu atau mungkin juga dua bom, dua bom serangan bunuh diri. Dan kemudian diketahui hal yang menyedihkan, tiga tentara Jerman tewas dan tiga orang atau empat orang luka-luka. Selain itu kepala aparat keamanan provinsi Kundus Nur Mohammad menyampaikan adanya sejumlah korban warga sipil yang luka-luka dan 4 penduduk Afghanistan yang tewas.”

Dari markas besar pasukan perdamaian internasional ISAF yang dipimpin pasukan NATO, juru bicara pasukan NATO John Thomas di Kabul sampai saat ini hanya membenarkan adanya serangan dan tentara NATO yang tewas dan luka-luka. Tanpa menyebutkan keterangan rinci.

Menteri pertahanan Jerman Franz-Josef Jung sangat terkejut mengetahui berita tewasnya tentara Bundeswehr di Afghanistan. Jung mengatakan, "dengan rasa bela sungkawa dan kesedihan mendalam ia mengetahui serangan terhadap tentara Jerman dan penduduk sipil di Afghanistan, dimana sejumlah tentara kehilangan nyawanya dan sejumlah lainnya luka berat. Pada saat ini rasa bela sungkawa terutama ditujukan kepada anggota keluarganya." Menurut seorang juru bicara Jung, Menteri Pertahanan Jerman itu menghentikan kunjungannya di Kopenhagen Denmark untuk segera kembali ke Berlin.

Para tentara angkatan bersenjata Jerman Bundeswehr ditugaskan di utara Afghanistan yang selama ini dikenal tenang. Para tentara Jerman yang tergabung dalam ISAF di kalangan penduduk dikenal dalam rangka tugas militernya banyak melakukan aktivitas untuk pembangunan kembali Afghanistan. Sementara itu di selatan Afghanistan kelompok pemberontak terlibat pertempuran hebat dengan pasukan ISAF yang dipimpin NATO. Menurut keterangan ISAF hari ini, dalam bentrokan yang terjadi sekitar 120 kilometer di timur laut Kabul, sekitar 20 orang pemberontak tewas. Saat mereka menyerang sebuah patroli di Provinsi Kapisa. Dilaporkan juga sekitar 60 pemberontak tewas di dekat perbatasan Afghanistan dengan Pakistan. Tapi masih belum ada bukti tentang hal tersebut.