Sengketa Iran dan AS Meruncing | Fokus | DW | 26.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Sengketa Iran dan AS Meruncing

„Mixed messages“. Demikian sebutannya di Amerika. Pihak yang satu bilang begini, pihak yang lain bilang begitu.

Instalasi Nuklir Iran

Instalasi Nuklir Iran

Ini boleh jadi memang disengaja atau hanya kesepakatan yang buruk. Yang jelas, hasilnya sesuai dengan konsep pemerintahan Bush. Yaitu, sang lawan, dalam hal ini Teheran akan merasa tidak nyaman.

„Kami tidak mencari alasanuntuk memulai perang dengan Iran.“

Demikian pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates. Apakah itu benar? Wakil Presiden Dick Cheney yang sedang berkunjung ke Australia kembali menegaskan sikap keras pemerintahan Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa tentu saja Amerika sebenarnya ingin menyelesaikan masalah atom Iran melalui jalur diplomatik.

„Namun, baik saya mau pun Presiden selalu menekankan bahwa kita tetap melihat semua kemungkinan yang ada.“

Ini juga berarti kemungkinan dengan jalan militer. Setidaknya ini menurut berita wartawan Seymour Hersh di majalah New Yorker. Narasumber Hersh yang dapat dipercaya mengatakan ada kelompok kerja dalam kementrian pertahanan Amerika yang secara konkret mempersiapkan serangan bom ke beberapa sasaran di Iran. Persiapan itu sedemikian terperinci, sehingga dapat dijalankan dalam kurun watu 24 jam setelah Presiden memberikan perintahnya. Sebelumnya, mereka telah mengamati lokasi instalasi nuklir Iran dan gedung-gedung pemerintahan.

Juru bicara kementrian pertahanan menyatakan berita tersebut sebagai mengecoh dan kembali mengulang jaminan dari Menteri Pertahan Robert Gates bahwa tidak ada rencana perang yang jelas. Hersh kembali membantah pernyataan pemerintah tersebut melalui CNN.

„Sekarang sudah banyak terjadi aktivitas yang agresif di wilayah perbatasan. Tentara Amerika Serikat memburu lawan di Iran dan ini sudah terjadi selama beberapa waktu.“

Menurut Hersh, ini adalah petunjuk akan persiapan perang yang harus dianggap serius. Beberapa bulan yang lalu ia melaporkan, bahwa mata-mata Amerika Serikat di Iran mengintai sasaran potensial bagi serangan mendadak yang menimbulkan sikap skeptis di kementrian pertahanan Amerika Serikat.

„Saya rasa, sebagian besar pimpinan militer berpendapat bahwa serangan seperti itu tidaklah terlalu cerdas. Mereka tidak yakin dan khawatir. Komando bunuh diri Iran misalnya dapat menyerang kapal induk kami dengan kapal-kapal kecil mereka.“

Namun, masih menurut Hersh, walau pun semua kekhawatiran itu ada, perencanaan perang tetap diteruskan.

„Perasaan saya mengatakan, Bush tidak akan meninggalkan gedung putih tanpa melakukan sesuatu terhadap Iran. Ia tidak akan berunding dengan Teheran. Ia akan mengancam. Saya tidak tahu apa yang dapat menghentikannya. Bagaimana pun juga, ia lah sang Presiden.“

Sementara itu, setelah ultimatum PBB dan laporan dari badan energi atom internasional mengenai Iran, kini pernyataan-pernyataan dengan nada yang berbeda datang dari Teheran. Hari Minggu kemarin, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad masih mengatakan, bahwa mereka akan melanjutkan program nuklir mereka. „Kami telah membuang rem kereta nuklir kami“ demikian ujar Ahmadinejad. Mantan Presiden Akbar Hashemi juga sepakat untuk meneruskan program nuklir, namun ia menghimbau untuk menghindari bentrokan dengan negara-negara barat.

„Saya katakan kepada Anda di negara barat, Anda tidak akan meraih apa pun dengan resolusi Anda. Anda hanya menimbulkan masalah bagi Anda, dunia dan khususnya wilayah kami. Jalan yang benar adalah mengakhiri sikap yang tidak masuk akal ini.“

Ali Larijani juru runding Iran untuk masalah nuklir juga sepakat bahwa masalah ini tidak akan selesai dengan jalan resolusi. Ia tetap berharap dapat menyelesaikan melalui jalan perundingan.