Sengketa Gas Belarusia | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 28.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sengketa Gas Belarusia

Setelah pembicaraan di Moskow berakhir tanpa hasil, sengketa suplai gas dari Rusia ke Belarusia makin sengit.

default

Belarusia mengancam akan menghentikan pemasokan gas dari Rusia ke Eropa yang melewati jaringan pipa di wilayahnya, jika Rusia menghentikan suplai gas ke Belarusia. Memang Minsk, ibukota Belarusia, merupakan salah satu sentra jaringan pipa gas yang penting untuk memasok gas dari Rusia ke Eropa. Lewat jaringan pipa di Belarusia, gas disalurkan antara lain ke Polandia, Slowakia, Hungaria, Ukraina dan ke Jerman.

Belarusia secara tegas menolak tuntutan Rusia untuk membayar harga gas yang jauh lebih tinggi dari saat ini mulai 1 Januari mendatang. Sekembalinya dari Moskow, wakil perdana menteri Belarusia Vladimir Semashko menegaskan di Minsk, negaranya akan melakukan langkah balasan jika Rusia bersikeras dengan tuntutannya. Vladimir Semashko mengatakan:

"Direktur Gazprom menilpun saya dan menerangkan, mulai 26 Desember tidak ada lagi perjanjian pemasokan gas dari Rusia ke Belarusia. Lalu saya menjawab, artinya tidak ada lagi perjanjian transit pemasokan gas Rusia lewat Belarusia.”

Rusia lirik jaringan pipa gas

Perusahaan gas Rusia, Gazprom, sudah pernah menghentikan pemasokan gas ke Belarusia Februari 2004. Belarusia ketika itu langsung mengurangi transit pemasokan gas dari Gazprom ke Eropa. Negara-negara pelanggan Gazprom melakukan protes kepada Rusia. Akhirnya setelah 16 jam, Gazprom terpaksa membuka kembali saluran pemasokan gas untuk Belarusia.

Rusia memang sudah beberapa kali mengingatkan Belarusia, bahwa harga jual gas yang dibayar ke Gazprom terlalu rendah dan harus disesuaikan dengan harga di pasaran internasional. Saat ini, Belarusia membayar sekitar 47 Dollar AS untuk 1000 kubikmeter gas. Di Eropa, Gazprom menjual gasnya senilai lebih 250 Dollar per 1000 kubikmeter. Dari Belarusia, Rusia ingin dibayar sekitar 200 Dollar, atau, dan ini sebenarnya yang ingin dicapai Rusia, Belarusia membayar dalam bentuk saham jaringan gas. Rusia sebenarnya ingin memiliki sendiri jaringan gas di Belarusia, yang saat ini dikuasai perusahaan gas nasional Belarusia ‚Beltrangas’.

Tututan balik Belarusia

Dalam pembicaraan di Moskow, Belarusia menawarkan akan membayar harga 75 Dollar pada Gazprom. Pada saat yang sama, Beltrangas menuntut biaya transit gas setinggi 125 Dollar untuk tiap kubikmeter yang lewat di jaringannya. Jurubicara Gazprom Sergei Kupriyanov menerangkan:

“Belarusia menawarkan membayar 75 Dollar untuk 1000 kubikmeter gas. Artinya tahun depan kami menerima bayaran seluruhnya sekitar 1,5 miliar Dollar. Tapi mereka menuntut kami membayar untuk transit gas tahun depan seluruhnya sekitar 2,5 miliar Dollar. Kami bukan Sinterklas yang bisa membagi-bagi hadiah tahun baru.”

Gazprom ingin menguasai jaringan pipa yang dimiliki perusahaan nasional Belarusia Beltrans, karena jaringan ini sangat strategis untuk ekspor gas ke Eropa. Jadi Gazprom ingin menguasai mayoritas saham Beltrans. Tapi bagi Belarusia, jaringan pipa gas ini adalah salah satu sumber pemasukan nasional terpenting dan penopang kekuasaan otoriter presiden Alexander Lukashenko.

Iklan