Sengketa Di AS Mengenai Pendanaan Perang Irak | dunia | DW | 04.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sengketa Di AS Mengenai Pendanaan Perang Irak

Presiden AS George W Bush mengecam, kelompok Demokrat menghendaki politik yang tidak bertanggung jawab di Irak.

Dalam sengketa mengenai perang Irak kubu Demokrat tidak mau mengalah dan Presiden Bush juga tetap keras kepala. Pada konferensi pers mendadak di halaman Gedung Putih Bush mengulangi apa yang sudah sering dikatakannya. Yaitu, ia akan menggunakan hak vetonya, bila Kongres hanya menyetujui pemberian dana untuk perang yang dikaitkan dengan jadwal penarikan pasukan dari Irak. Selanjutnya Bush mengemukakan: "Nampaknya kelompok Demokrat lebih mementingkan adu kekuatan politik di Washington daripada memberikan apa yang diperlukan pasukan kita dalam pertempuran di Irak."

Bagi Bush, itu tidak bertanggung jawab dan merupakan strategi dengan konsekuensi serius, karena tanpa dana tambahan, pihak militer tidak dapat melakukan pelatihan bagi pasukan pengganti: "Artinya para keluarga militer harus lebih lama menunggu sampai anggota keluarganya kembali dari front. Atau, mereka harus kembali lagi ke Irak secepatnya. Ini tidak dapat diterima. Oleh saya dan juga oleh seluruh bangsa Amerika."

Dengan kata lain, kelompok Demokrat sama sekali tidak patriotis. Tuduhan yang sama sekali tidak menyenangkan. Anggota parlemen Charles Rangel membalas, bahwa di masa berlangsungnya perang, Bush menganggap diri paling berkuasa.

Kedua majelis dalam Kongres AS terlebih dulu harus menemukan kompromi mengenai kedua versi anggaran tambahan lewat komisi penengah, sebelum konflik itu di bawa ke putaran berikutnya lewat veto presiden. Mungkin akhir bulan ini.

Kongres memasuki liburan Paskah tanpa menuntaskan tugasnya. Demikian sindiran Bush sebelum ia sendiri pamit untuk melalui hari-hari Paskah di ranch-nya di Crawford. Ini menunjukkan betapa dinginnya suasana di Washington. Pemimpin kelompok Demokrat dalam Senat, Harry Reid mengemukakan: "Kami sudah mewujudkan tanggung jawab sesuai konstitusi. Sekarang presiden harus menanda-tangani UU mengenainya. Kalau tidak, maka dialah yang bertanggung jawab."

Harry Reid sudah sering mengemukakan konsekuensi yang dipertimbangkannya. Kalau Bush tidak mau menerima UU ini, maka dalam putaran kedua akan diajukan rancangan yang lebih buruk lagi dan dana untuk penugasan perang di kawasan Teluk akan dicoret seluruhnya. Menurut Bush: "Para pemilih di AS menginginkan agar Kongres mendukung pasukan dalam penugasan perang. Mereka tidak mau kalau politisi mengatur para jendral tentang cara mereka berperang."

Sebagian besar dari kelompok Demokrat pun khawatir, bahwa ucapan Bush itu benar. Jadi kemungkinannya, langkah yang akan dijalankan Reid tidak akan terwujud.

Iklan