Senat Amerika Setujui Penarikan pasukan AS dari Irak | Fokus | DW | 26.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Senat Amerika Setujui Penarikan pasukan AS dari Irak

Kamis kemarin Senat Amerika Serikat menetapkan undang-undang untuk terus mendanai perang di Irak, tapi jadwal penarikan mundur pasukannya dari Irak tetap diputuskan. 51 suara mendukung penarikan itu, sementara 46 suara menentang.. Sehari sebelumnya, Dewan Perwakilan Amerika Serikat mendapatkan 218 suara mendukung dan 208 suara menentang.

Keputusan penarikan pasukan AS dari Irak itu diambil di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat George W. Bush untuk mengajukan hak vetonya. Undang-undang itu sebelumnya telah diloloskan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat. Dana yang akan dikucurkan sekitar 100 miliar dolar Amerika Serikat. Dengan demikian pasukan Amerika Serikat diharuskan mundur bulan Oktober mendatang, sampai tenggat waktu Maret 2008.

Senator dari Partai Demokrat Harry Reid menyatakan:

„Tidak ada yang lebih menginginkan dari saya bahwa bangsa kita akan berhasil di Timur Tengah. Tapi saya tahu setelah empat tahun salah manajemen dan ketidakmampuan pemerintah ini tidak ada senjata ajaib yang dapat membuat kita menang dalam peperangan ini. Tapi saya yakin ada jalan untuk mengakhiri perang ini, untuk menjaga kepentingan kita, mendapat keamanan bagi kita dan kemungkinan untuk tetap memberikan bantuan bagi Irak, yang dibutuhkan di tahun-tahun mendatang.“

Menurut pengamatan Partai Demokrat, jalan tersebut adalah undang-undang yang telah ditetapkan. Beberapa syarat yang harus dipenuhi hingga 1 Juli 2007, yaitu melucuti milisi, menghentikan kekerasan antar kelompok etnis, menyatukan bekas anggota partai Baath dan membagi hasil penjualan minyak.

Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, Amerika Serikat akan menarik segera pasukannya hingga akhir tahun 2007. Jika pemerintah Irak berhasil memenuhi tuntutan tersebut, penarikan pasukan Amerika Serikat akan diundur pelaksanaannya. Selambatnya tanggal 1 Oktober tentara Amerika Serikat mundur dan akan selesai pada 1 April 2008.

Mitch McConnell, pemimpin fraksi partai Republik di Senat, menilai keputusan tersebut adalah sesuatu yang tragis.

„Jika Irak berhasil melakukan kemajuan, kita keluar, jika mereka tidak berhasil, kita juga harus keluar. Itu bukanlah pilihan, itu seperti perintah untuk menyerah yang diinginkan AL Kaida.“

Sebelumnya pimpinan pasukan Amerika Serikat di Irak Jenderal David Petraeus kepada wartawan mengatakan bahwa situasi di Irak masih sulit. Menurutnya, kebijakan Bush menambah pasukannnya di Irak dua bulan lalu, cukup membantu. Bila pasukan ditarik menurutnya akan terjadi peningkatan aksi kekerasan. Petraeus mendukung Bush untuk penambahan pasukan di Irak.