Semangat Guru Mengajar di Pelosok Toraja | Fokus | DW | 20.03.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Semangat Guru Mengajar di Pelosok Toraja

Perjalanan sulit akibat infrastruktur yang rusak dan jumlah siswa yang sedikit, tidak mematahkan semangat guru-guru di pelosok Indonesia untuk mengabdi. Petrus Mangean adalah salah satunya. Meski 20% anggaran dialokasikan ke pendidikan, guru yang mengajar di pelosok Paropo, Toraja, Sulawesi Selatan itu menilai bantuan khusus untuk infrastruktur dan program belajar harus menjadi fokus capres 2019.

Tonton video 03:13

Ada sekitar 1.467.103 guru sekolah dasar yang tersebar di Indonesia, salah satunya adalah Petrus Mangean. Guru yang sudah lima tahun mengajar di pedalaman Toraja, Sulawesi Selatan itu memilki tantangan yang tidak mudah. Ia harus mengendarai sepeda motornya melewati jalanan rusak dan berlumpur, melewati dua kecamatan, agar bisa mengajar di SDN 7 Baruppu, desa Parodo, Toraja. Perjalanan demikian jauh, ia tempuh demi mengajar sekitar 73 orang siswa.

Kisah para guru yang mengabdi di pedalaman ini kerap tidak menjadi fokus perhatian para kandidat ketika berkontes dalam kampanye pemilu 2019. Pada saat debat mengenai isu pendidikan hari Minggu (17/03) kedua calon wakil presiden lebih fokus membahas program riset.Cawapres Ma'ruf Amin misalnya lebih menyoroti dana abadi riset dan penyatuan semua lembaga riset, sementara  cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno lebih menyinggung pemerintah agar melibatkan dunia usaha dan industri dalam program riset nasional. 

Ed: ts/yp

Laporan Pilihan