′Selamat Tinggal, Sayangku′: Surat Terakhir Korban Holocaust | Semua konten media | DW | 03.02.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

'Selamat Tinggal, Sayangku': Surat Terakhir Korban Holocaust

Di kamp konsentrasi atau ghetto, banyak warga Yahudi yang menulis surat kepada orang yang mereka cintai. Tak lama sebelum mereka dibunuh. Di Yad Vashem, kisah mereka kembali dikenang lewat pameran online.

Surat terakhir dari sepuluh korban holocaust kini ditampilkan dalam pameran online di website yadvashem.org. Surat-surat itu berasal dari seluruh Eropa, dari Polandia, Rumania dan Perancis, yang dikirimkan kepada kerabat mereka di Inggris atau di Palestina. Di kemudian hari, surat-surat itu diserahkan ke tempat peringatan korban Holocaust, Yad Vashem.

"Surat ini sangat bermakna untuk saya,” ungkap Yona Kobo, kurator pameran tersebut. "Tulisan tangan ini ibarat sidik jari orang-orang tersebut, mereka menyentuh kertas itu, Anda masih bisa melihat noda di atasnya dan terkadang air mata yang jatuh ke atas surat."

Lebih dari 200 juta halaman dokumen,  450.000 foto dan 125.000 laporan saksi dari kerabat korban yang masih hidup. tersimpan di arsip Memorial Yad Vashem di Yerusalem. Surat-surat yang ditampilkan secara online tersebut tak hanya mengingat para pengunjung akan para korban, namun juga para penjaga surat-surat - korban yang selamat atau pun para kerabat penerima surat tersebut-.

ts/ap (DW)