Sekjen PBB, Ban Ki Moon di Bagdad | Fokus | DW | 23.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Sekjen PBB, Ban Ki Moon di Bagdad

Kamis (22/03) Ban Ki Moon berkunjung secara mendadak ke Irak. Pembicaraan dengan Perdana Menteri Nuri al Maliki berkisar pada rencana pembangunan kembali Irak.

Ban Ki Moon di Bagdad

Ban Ki Moon di Bagdad

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon Kamis (22/03) sedang berada di sebuah ruang pertemuan di gedung kantor pusat Perdana Menteri Irak, Nuri al Maliki. Gedung itu berada di kawasan yang disebut zona hijau, bagian kota Bagdad yang tertutup bagi umum. Ban Ki Moon berdiri di sebelah kiri al Maliki, di balik podium. Mereka sedang menjawab pertanyaan jurnalis.

Ban Ki Moon menyatakan ingin meningkatkan peranan PBB di Irak jika keadaan keamanan di negara itu membaik. Setelah terjadinya serangan bom yang menelan banyak korban 2003 lalu, PBB menarik sebagian besar petugasnya dari Irak. Penerjemah Ban Ki Moon mulai menyampaikan pernyataannya dalam bahasa Arab, tiba-tiba terdengar suara ledakan.

Ledakan Bom

Dinding-dinding bergetar, lapisan langit-langit ruang konferensi berjatuhan. Ban Ki Moon terkejut, membungkukkan badan dan melihat ke sekelilingnya. Ia tampak cemas. Sementara al-Maliki tetap berdiri dengan tenang dan si penerjemah terus melaksanakan tugasnya, ibaratnya tidak terjadi apa-apa.

Bom rupanya ditembakkan dari seberang sungai Tigris dan menghujam tanah hanya beberapa meter dari gedung kantor Perdana Menteri al Maliki. Ledakan menyebabkan lubang sedalam satu meter.

Isi Pertemuan dengan al Maliki

Sebelum ledakan, Ban Ki Moon menyatakan pertemuannya dengan al Maliki berlangsung sangat baik. Ia yakin, bahwa rakyat Irak dan pemerintahnya akan mengalami masa depan yang bahagia, aman dan berkondisi baik dalam waktu dekat. Tetapi ia juga memperingatkan agar perdamaian antar seluruh kelompok masyarakat benar-benar diusahakan.

Ia mengatakan, sangat menghargai kepemimpinan Perdana Menteri al Maliki dan upaya seluruh rakyat Irak. Sementara dunia internasional membantu Irak dalam pembangunan kembali di bidang perekonomian dan sosial, Ban Ki Moon berharap rakyat dan pemerintah Irak berpartisipasi dalam proses politik.

Rangkaian Kunjungan di Timur Tengah

Dengan kunjungan mendadaknya di Irak, Sekretaris Jenderal Ban Ki Moon memulai kunjungannya di sejumlah negara Timur Tengah. Jumat (23/3) Ban Ki Moon tiba di Mesir. Di negara itu, ia antara lain bertemu dengan Presiden Hosni Mubarak dan Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Mussa. Kunjungannya mendahului rangkaian lawatan Menteri Luar Negeri AS, Condoleezza Rice, yang akan tiba di Mesir Sabtu (24/3). Ban Ki Moon akan bertemu dengan Rice Minggu (25/3) di Yerusalem.

Ban Ki Moon juga akan berkunjung ke wilayah Palestina dan Yordania. Pekan depan ia akan ambil bagian dalam pertemuan puncak Liga Arab di Arab Saudi. Dan perjalanannya akan diakhiri dengan kunjungan ke Libanon. Untuk April mendatang sudah direncanakan lawatan ke Suriah.

Dalam sebuah konferensi mengenai bantuan di New York pekan lalu, Ban Ki Moon menyerukan masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan bagi Irak. Tantangan yang harus dihadapi di wilayah Efrat dan Tigris sangat besar, demikian ditekankannya. Dalam kerangka kesepakatan yang disebut “Pakta Internasional untuk Irak” PBB akan memusatkan upaya pemberian bantuannya bagi Irak. (ml)

  • Tanggal 23.03.2007
  • Penulis Carsten Kühntopp
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CItt
  • Tanggal 23.03.2007
  • Penulis Carsten Kühntopp
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CItt