1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Duterte Ancam Tutup Boracay Karena Kotor dan Bau

10 Februari 2018

Pulau terkenal berpasir putih di Filipina, Boracay akan ditutup pemerintah. Presiden Rodrigo Duterte mengatakan pantai itu kini tenggelam dalam limbah kotoran dan bagaikan kolam penampungan limbah cair dan tinja.

https://p.dw.com/p/2sRrz
Philippinen Boracay Strand
Foto: Fotolia/pavel Chernobrivets

Dengan berapi-api  Presiden Rodrigo Duterte memberikan penilaian tajamnya terhadap kawasan wisata terbaik negara tersebut. "Saya akan menutup Boracay. Boracay adalah sudah jadi kolam penampungan limbah cair/tinja," tandas Duterte dalam sebuah forum bisnis di kota kelahirannya di selatan Davao dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh istana kepresidenan pada hari Sabtu (10/02).

Duterte mendesak pihak hotel, restoran dan bisnis lainnya di pulau kecil untuk membersihkannya. Jika hal itu tak kunjung dilakukan, Duterte mengancam akan mengambil tindakan terhadap bisnis pariwisata yang beroperasi di sana. Ini penting ujarnya, untuk melindungi kesehatan jutaan pengunjung. "Anda masuk ke dalam air, bau, kan? Bau apa? Bau tinja, karena semua kotoran itu keluar di Boracay," katanya.

Tadinya didaulat sebagai pantai terindah

Pulau tersebut selama ini dikenal di seluruh dunia karena pasir putihnya yang indah dan perairan yang jernih. "Sayang sekali jika citra Boracay, yang telah berulang kali diakui oleh majalah wisata bergengsi sebagai pulau terindah di dunia, berakhir dengan hilangnya surga itu jika kontaminasi air terus berlanjut," kata Sekretaris Pariwisata Wanda Teo dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara departemen pariwisata, Ricky Alegre mengatakan, sejumlah perusahaan membuang limbah langsung ke laut. "Di beberapa wilayah di sana, beberapa perusahaan telah secara ilegal mengeruk jalur limbah mereka ke jalur air," ujar Alegre kepada AFP.

Dari 150 perusahaan bisnis Boracay yang baru-baru ini diperiksa oleh pemerintah, hanya 25 perusahaan yang terhubung ke saluran pembuangan limbah, katanya  lebih lanjut.

Omset besar di kawasan wisata ini

Banyak perusahaan juga membangun fasilitas terlalu dekat dengan pantai dan bahkan memenuhi  jalan-jalan di pulau seluas 1.000 hektar itu, tambah Alegre.

Boracay menarik lebih dari dua juta turis per tahun dan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 1,12 miliar Dolar, demikian dipaparkan pihak departemen terkait.

Duterte mengingatkan bahwa situasi tersebut adalah "bencana" lingkungan yang mengancam, dan sebuah "tragedi" yang dapat segera mengusir pengunjung dari pulau yang terletak sekitar 190 kilometer di selatan Manila itu.

Dia mengatakan, bahwa dia telah memerintahkan Sekretaris Lingkungan Roy Cimatu untuk membersihkan Boracay adan kawasan lainnya. "Saya akan memberimu waktu enam bulan. Bersihkan hal ‘sialan‘ itu," tandasnya pada Cimatu. 

ap/ml (afp)