Sebagian Pasukan AS di Okinawa Ditarik | dunia | DW | 27.04.2012
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sebagian Pasukan AS di Okinawa Ditarik

Sekitar 9.000 serdadu Amerika Serikat yang ditempatkan di pangkalan militer Okinawa akan ditarik. Keberadaan pangkalan militer AS itu beberapa tahun terakhir memicu aksi protes warga.

Setelah perundingan alot selama beberapa tahun, Amerika Serikat dan Jepang akhirnya menyepakati penarikan sekitar separuh dari 19.000 serdadu AS yang selama ini ditempatkan di basis militer pulau Okinawa di selatan Jepang. Keberadaan pangkalan militer AS di Okinawa beberapa tahun belakangan ini memicu kegeraman di kalangan warga lokal maupun pemerintah pusat di Tokyo.

Sekitar 9.000 serdadu dari satuan infanteri angkatan laut AS selanjutnya akan dipindah tugas ke Hawaii, Guam dan Australia, demikian pernyataan bersama dari Washington dan Tokyo. Selain itu kedua negara juga menegaskan kembali rencana pemindahan pangkalan militer AS hingga 2014 ke kawasan yang lebih jarang penduduk di pulau Okinawa.

Protes warga Okinawa

Tausende Japaner demonstrieren gegen US-Militärstützpunkte

Ribuan warga Okinawa protes keberadaan pangkalan militer AS.

Warga Okinawa dalam beberapa tahun terakhir semakin kencang menyuarakan protes menentang pangkalan angkatan udara AS di Futenma. Walaupun di satu sisi, warga menarik keuntungan ekonomi dari kehadiran pasukan AS, namun semakin banyak warga yang mengeluhkan meningkatnya aksi kejahatan, kecelakaan dan kebisingan.

Kasus pemerkosaan secara brutal seorang anak perempuan Jepang berusia 12 tahun oleh seorang serdadu AS pada tahun 1995, bahkan memicu aksi protes besar-besaran 85.000 warga Okinawa menentang keberadaan pangkalan militer AS.

Jepang merupakan mitra paling erat Amerika di Asia. Saat ini ada 47.000 serdadu AS yang ditempatkan pada sejumlah pangkalan militer di Jepang.

Agus Setiawan (afp,dpa,dapd)

Editor : Andy Budiman