Schäuble: Aksi Teror Bisa Juga Terjadi Di Jerman | Fokus | DW | 19.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Schäuble: Aksi Teror Bisa Juga Terjadi Di Jerman

Menteri Dalam Negeri Jerman Wolfgang Schäuble mengimbau segenap rakyat Jerman untuk mendukung pencarian orang yang dicurigai terlibat dalam dua kasus koper bom.

Seorang pelaku koper bom berhasil ditangkap di stasiun kereta api di Kiel

Seorang pelaku koper bom berhasil ditangkap di stasiun kereta api di Kiel

Schäuble mengatakan pelacakan secara terbuka memang bukan langkah biasa.

Saya mohon pengertiannya jika kepolisian Jerman secara terbuka menyapa orang-orang yang mengadakan perjalanan serta memeriksa koper mereka. Namun, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan kereta api dan angkutan umum lainnya.”

Schäuble menjamin, bahwa langkah-langkah pengamanan yang diambil jawatan kereta api disesuaikan dengan situasi sekarang. Namun, kedua bom yang ditemukan akhir Juli lalu dalam kereta api di stasiun di Dortmund dan Koblenz, yang ternyata tidak berhasil diledakkan, tidak boleh dianggap enteng dan ada kemungkinan aksi seperti itu dapat terjadi kembali:

Memang betul dan kami sudah lama mengira bahwa aksi seperti yang terjadi di Madrid tahun 2004, kemudian tahun lalu di London, atau aksi-aksi lainnya, bisa juga terjadi di Jerman.”

Schäuble memuji jawatan kereta api Jerman Deutsche Bundesbahn yang telah menyerahkan rekaman video yang sangat jelas dan juga memuji kesediaan jawatan kereta api untuk memperbanyak kamera pengawas di stasiun-stasiun. Menteri Dalam Negeri Schäuble juga merencanakan pemasangan kamera pengawas di tempat umum yang dianggap rawan, seperti dalam kereta jarak dekat.

Schäuble menuntut, sarana pencegahan dan pemberantasan aksi teror hendaknya diperbanyak. Demikian juga ia menuntut, secepatnya dirancang landasan hukum untuk pengumpulan data-data yang dapat digunakan aparat keamanan dalam upaya pemberantasan aksi teror.

Kita sangat membutuhkan data-data tersebut, agar pertukaran informasi antar aparat keamanan kita dapat berjalan dengan baik dan didukung dengan sarana yang sesuai dengan zaman sekarang.”

Rencana kumpulan rekaman data tersebut masih didiskusikan. Sejumlah kritikus terutama menilai langkah tersebut dapat mengaburkan batas pemisah antara kepolisian dengan dinas rahasia, dan ada kekhawatiran pemerintah Jerman akan mengawasi segalanya. Rencana Schäuble untuk menggunakan data mobil pengangkut barang dari sistem pembayaran tol yang dimiliki Departemen Perhubungan juga masih dipersengketakan. Namun, Menteri Dalam Negeri Schäuble, setelah liburan musim panas ini, akan mengupayakan landasan hukum anti-teror untuk kedua rencana tersebut dan dengan adanya kasus koper bom, Schäuble merasa memiliki alasan yang kuat.

Dilaporkan salah seorang pelakunya berhasil ditangkap di stasiun kereta api di Kiel Sabtu (19/08).