Satu Penumpang Kapal Westerdam Positif Corona, 27 Kru WNI Telah Pulang ke Indonesia | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 18.02.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

COVID-19

Satu Penumpang Kapal Westerdam Positif Corona, 27 Kru WNI Telah Pulang ke Indonesia

Menteri Luar Negeri pastikan 78 kru WNI di Kapal Diamond Princess dan 362 kru WNI di Kapal MS Westerdam dalam keadaan sehat. WNI dari Kapal Diamond Princess tidak akan menjalani masa observasi ketika pulang.

Kamboja | Coronavirus (picture-alliance/dpa/AP/H. Sinith)

Kapal MS Westerdam

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pastikan 78 kru Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang dalam keadaan sehat.

“Sampai detik terakhir mereka masih dalam kondisi baik dengan spirit yang cukup baik mudah-mudahan situasinya tidak berubah,” ujar Retno usai menghadiri rapat terbatas di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/02).

Retno menuturkan 78 kru WNI tersebut tidak memerlukan masa observasi lagi ketika pulang ke Indonesia. “Masa observasi sudah dilakukan di dalam kapal”, ujarnya.

Menurut informasi dari otoritas Jepang, masa karantina di kapal Diamond Princess akan berakhir pada tanggal 19 Februari sejak dimulai pada 3 Februari lalu setelah seorang pria yang diturunkan di Hong Kong dinyatakan positif mengidap virus corona yang saat ini dijuluki COVID-19.

Retno mengatakan pemerintah terus memantau kondisi dari 78 kru WNI di dalam kapal pesiar tersebut, termasuk telah mengirim beberapa keperluan logistik bagi mereka.

Sebagai antisipasi ketika masa karantina di kapal Diamond Princess selesai, Retno mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk mengirimkan tim dalam rangka mengatur kepulangan 78 kru WNI tersebut.

“Menurut informasi dari otoritas Jepang pada saat tanggal 19 (karantina selesai), dilakukan pengecekan mungkin pengecekan dilakukan dua hari terus kemudian tambah waktu untuk hasilnya dua hari sekitar tanggal 23, 24 sekali lagi itu perkiraan,” jelasnya.

Lebih dari setengah dari keseluruhan kasus infeksi COVID-19 yang terjadi di luar Cina dilaporkan terjadi di dalam Kapal Diamond Princess, di mana sekitar 400 orang dinyatakan positif sejak kapal tersebut menjalani masa karantina di Jepang pada 3 Februari silam.

WNI di Kapal MS Westerdam sehat

Tidak hanya WNI di dalam Kapal Pesiar Diamond Princess, Retno juga pastikan 362 kru WNI di kapal Westerdam yang saat ini bersandar di Kamboja berada dalam kondisi sehat.

Retno menjelaskan dari 362 kru WNI tersebut, 60 orang menyatakan akan pulang karena kontrak kerja yang sudah habis. Namun, Retno mengakui sudah ada 27 kru WNI yang sudah pulang ke Indonesia.

“Begitu tiba sudah dilakukan pengecekan semua oleh kementerian kesehatan diberikan juga health alert card dan sejauh ini mereka juga dalam kondisi sehat,” ujar Retno.

Satu penumpang MS Westerdam positif corona

Kapal MS Westerdam sebelumnya telah bersandar di Kamboja pada Kamis (13/02) setelah berlayar selama dua minggu.

Kapal tersebut sebelumnya ditolak oleh Jepang, Taiwan, Guam, Filipina, dan Thailand karena ditakutkan membawa penumpang yang positif virus corona.

Kapal tersebut kemudian dinyatakan bebas melakukan perjalanan oleh otoritas Kamboja setelah menjalankan prosedur pemeriksaan kesehatan terhadap semua penumpang dan kru kapal.

Namun, seorang penumpang yang terbang dari Kamboja ke Malaysia kemudian dinyatakan positif mengidap virus corona setelah diperiksa di Malaysia pada Sabtu (15/02). Penumpang tersebut adalah wanita berusia 83 tahun asal Amerika Serikat (AS).

Holland America Line, perusahaan pemilik Kapal Westerdam menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah dan ahli kesehatan untuk melacak keberadaan penumpang yang telah keluar dari kapal.

Ada sekitar 2.200 penumpang dan kru yang berada di dalam kapal saat bersandar di Sihanoukville, Kamboja. Banyak di antara mereka kini telah tersebar di seluruh dunia.

Perusahaan kapal pesiar milik Carnival Corp ini menyatakan tidak ada satu pun dari 1.454 penumpang lainnya dan 802 kru kapal dilaporkan menunjukkan gejala dari virus COVID-19 ini.

gtp/rap (dari berbagai sumber)