Sarkozy Presiden Terpilih Perancis | Fokus | DW | 07.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Sarkozy Presiden Terpilih Perancis

Nicolas Sarkozy adalah pemenang dalam pemilihan presiden Perancis. Menurut hasil penghitungan tokoh politik dari kubu konservatif itu meraih 53 persen suara. Sementara lawannya dari kubu sosialis Ségoléne Royal hanya meraih sekitar 47 persen suara dan dengan demikian gagal dalam upayanya menjadi presiden perempuan pertama Perancis.

Suasana perayaan kemenangan Sarkozy

Suasana perayaan kemenangan Sarkozy

Balon berwarna biru dan teriakan gegap gempita kemarin malam di kubu konservatif menyambut kemenangan Nikolas Sarkozy. Sementara lawannya Sègolène Royal mengalami kekalahan pahit. Selain gagal mengejar ketinggalannya dalam putaran pemilihan pertama, calon dari kubu sosialis ini terutama gagal menarik para pemilih dari kubu berhaluan tengah. Juga duel televisi hari Rabu lalu tidak mampu mengubah keputusan rakyat Perancis menjatuhkan pilihannya bagi Sarkozy melangkah memasuki Elysee Palast. Setelah pengumuman hasil pemilihan, Sarkozy melakukan pawai kemenangan berkeliling ibukota Paris dengan limousine. Dan para pendukungnya merayakan kemenangan itu di Place de la Concorde

Sarkozy: “Seorang presiden Republik harus mencintai semua warga Perancis, tidak tergantung dari apa pendapat mereka. Saya ingin menjadi Presiden semua warga Perancis.”

Demikian diucapkan Sarkozy dalam pidato pertamanya setengah jam setelah pengumuman hasil kemenangan. Ia juga menyerukan para pendukungnya untuk menghormati saingannya Royal dan para pemilihnya. Royal menyatakan kekalahannya hanya beberapa menit setelah media massa Perancis mengumumkan kemenangan lawannya dari kubu konservatif Nicolas Sarkozy.

Sementara Nicolas Sarkozy yang terpilih sebagai presiden ke-enam Perancis dalam pidato kemenangannya tadi malam di Paris lebih lanjut menyampaikan

“Saya ingin mengatakan bahwa malam ini bukanlah kemenangan seorang warga Perancis atas lainnya, melainkan kemenangan demokrasi dan nilai-nilai kita. Saya ingin agar otoritas, pekerjaan dan penghormatan kembali tercipta. Saya menyerukan kepada mitra Eropa kami dan mengatakan, bahwa selama hidup saya adalah warga Eropa, dan Perancis, malam ini kembali ke Eropa. Saya ingin menyerukan kepada mitra Amerika Serikat kami, untuk mengatakan bahwa mereka dapat mengandalkan persahabatannya dengan kami. Perancis selalu akan berada di sisi kalian, kapan saja dibutuhkan. Tapi saya juga ingin mengatakan, bahwa persahabatan berarti menerima bahwa rekan lainnya juga dapat berpikiran lain.”

Demikian Sarkozy. Tingkat peserta pemilihan presiden di Perancis hari Minggu kemarin tercatat cukup tinggi yakni 86 persen. Sementara di Paris pendukung kubu konservatif merayakan kemenangan Sarkozy, polisi memperketat pengamanan di daerah pinggiran kota yang merupakan kawasan pendukung kubu sosialis. Sebelumnya para remaja telah mengumumkan akan melakukan kerusuhan jika sampai Sarkozy memenangkan pemilihan presiden. Dengan kemenangannya tersebut Nicolas Sarkozy yang berusia 52 tahun akan menggantikan Jacques Chirac mulai pertengahan Mei mendatang sebagai Presiden Perancis untuk lima tahun mendatang.