Sanksi Uni Eropa Terhadap Iran | Fokus | DW | 23.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Sanksi Uni Eropa Terhadap Iran

Menteri luar negeri ke-27 negara anggota Uni Eropa setuju untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

Demonstrasi anti atom Iran di Berlin, Jerman pada tahun lalu

Demonstrasi anti atom Iran di Berlin, Jerman pada tahun lalu

Akibat dijatuhkannya sanksi Perserikatan Bangsa Bangsa terhadap Iran, pemerintah di Teheran semakin menutup diri bagi tugas pengawasan Badan Energi Atom Internasional, IAEA. Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki kemarin membenarkan, Iran menolak masuknya 38 inspektur IAEA ke negara itu. Dalam keterangannya kepada wartawan Mottaki merujuk pada perjanjian Iran dengan IAEA bahwa negara tuan rumah memiliki hak untuk menolak masuknya pengawas tertentu.

Tentang hal itu, juru bicara Badan Energi Atom Internasional Melissa Fleming menyampaikan di Wina, IAEA memiliki jumlah inspektur cukup banyak untuk menguji program atom Iran. Sementara itu dalam pertemuannya di Brussel, menteri luar negeri dari 27 negara anggota Uni Eropa setuju untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran. Dengan sasaran semakin menyulitkan pembuatan senjata atom yang diduga dilakukan negara itu.

Uni Eropa menyepakati pembekuan kekayaan bagi warga Iran yang berperan penting dalam program atom. Juga terhadapnya dikenakan larangan memasuki Uni Eropa. Di perguruan tinggi Eropa warga Iran tidak diijinkan mengambil jurusan yang dianggap relevan dengan program atomnya. Disepakati pula embargo untuk segala barang yang dapat disalahgunakan oleh Iran untuk mengembangkan program atomnya. Seperti misalnya impor dan ekspor barang-barang teknik nuklir serta roket dari dan ke Iran. Pada dasarnya embargo ini sudah berlangsung, tapi Uni Eropa berupaya mencegah pemasokan barang-barang tersebut melalui negara ketiga. Menurut Ketua Dewan Eropa dan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier

"Saya pikir ini adalah isyarat penting dari kebersamaan dalam pengambilan keputusan. Dan di sini kami kembali tetap bersedia menjalankan dua kemungkinan. Yakni kesediaan untuk melakukan pembicaraan dan perundingan jika pihak Iran bersedia menunjukkan perubahan. Hal lainnya yang juga penting, sudah diketahui pihak Iran sejak beberapa bulan ini.”

Menteri Luar Negeri Jerman sekaligus Ketua Dewan Eropa saat ini Frank-Walter Steinmeier mengatakan, hal itu merupakan penjabaran Uni Eropa terhadap keputusan Dewan Keamanan PBB. Dalam beberapa hari mendatang pakar Uni Eropa akan membicarakan detail sanksi tersebut.