Sanksi Dewan Keamanan terhadap Iran | dunia | DW | 15.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Sanksi Dewan Keamanan terhadap Iran

Presiden Ahmadinejad minta izin dari PBB untuk hadir dalam sidang Dewan Keamanan yang berikut. Ada apa dibalik itu?

default

Iran akan dilarang mengekspor senjata. Tuntutan ini tercantum dalam rancangan resolusi yang baru rampung setelah negosiasi alot selama 10 hari. Tertera juga tuntutan terhadap negara anggota PBB untuk mengurangi pasokan senjata kepada Iran dan tidak memberikan kredit kepada pemerintah Iran, maupun bertindak sebagai penjamin kredit bagi Iran. Selain itu ada tambahan dua belas nama orang dan 10 perusahaan yang rekening bank-nya akan dibekukan. Menurut Duta Besar Amerika Serikat, Alejandro Wolff, resolusi itu merupakan paket kompromi. Ia mengatakan,

„Bila nantinya ditetapkan, ini semua menjadi elemen yang menunjukan bahwa menurut hemat kelompok enam, ini merupakan langkah lanjutan untuk mendesak Iran agar menghentikan pengayaan uranium dan kembali ke meja negosiasi.“

Sampai detik terakhir Cina tampak ragu untuk menyepakati rancangan tersebut. Yang paling menggangu bagi Cina, adalah embargo senjata dan disunatnya kemungkinan Iran untuk mendapatkan kredit. Dalam hal ini juga Berlin yang memberikan jaminan kredit Hermes. Namun tidak berarti seluruh kredit yang mengalir ke Iran akan dibekukan. Bisnis, proyek-proyek pembangunan baik swasta maupun pemerintah serta bantuan kemanusiaan dikecualikan dari embargo ini. Menurut wakil Amerika Serikat, resolusi Iran ini tidak akan disepakati dalam minggu ini. Namun, kali ini para perancangnya memberikan cukup waktu kepada anggota Dewan Keamanan untuk mempelajarinya. Tidak seperti penetapan resolusi sebelumnya. Demikian kata Duta Besar Afrika Selatan, Dumisani Kumalo. Kepada media, ia mengatakan,

„Percayalah, kali ini tidak akan ada perilaku otomatis. Kami akan mengirimkan teks ini ke ibukota kami dan menelitinya. Kemudian ke lima belas negara anggota akan menentukan apakah masih perlu masukan dari pakar-pakar. Baru setelah itu kami akan mempertimbangkannya.“

Kumalo, yang sekarang memimpin Dewan Keamanan itu memperkirakan resolusi akan paling cepat diputuskan minggu depan. Ke sepuluh anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB kesal terhadap kelompok enam, yaitu ke lima anggota tetap PBB plus Jerman karena tidak melibatkan mereka dalam penetapan resolusi ini. Kumalo mengatakan,

„Tidak pernah ada yang mengatakan bahwa kelompok lima plus satu ini memiliki seluruh kebijakan di dunia dan fungsi kami hanya untuk memberi stempel legitimasi“

Sementara Presiden Iran jelas-jelas menguraikan pendapatnya mengenai apa yang disebut sebagai "kebijakan kelompok lima, enam maupun lima belas". Bagi Presiden Mahmoud Ahmadinejad resolusi itu tidak ada artinya. Ia menegaskan, Dewan Keamanan PBB tidak bisa mengisolasi Iran. Sedangkan, mantan Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Velayati mengatakan bahwa Iran akan belajar dari pengalaman, karenanya tidak akan menghentikan pengayaan uranium. Disebutkan, dulu program itu pernah dihentikan, tapi Amerika Serikat tetap tidak puas.

Iklan