Salam Perpisahan Blair | Fokus | DW | 10.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Salam Perpisahan Blair

Dalam sebuah acara emosional di sebuah kedai minum di sebuah kota kecil, perdana menteri inggris mengumumkan pengunduran dirinya.

default

Sedgefield. Sebuah kota kecil di Inggris Utara yang sebagian besar dari kita barangkali baru mendengarnya sekarang. Ini kota yang menjadi wilayah pemilihan Tony Blair sebagai anggota parlemen. Di situlah pula harui Kamis siang, perdana menteri Inggris itu mengumkan pengunduran dirinya.

„Saya kembali ke sini ke kota Sedgefield ini, kepada para pemilih saya. Tempat perjalanan politik saya bermula, dan di sini pula seharusnya berakhir. Hari ini saya mengumumkan keputusan saya untuk mengundurkan diri.“

Turunnya Tony Blair dari kursi perdana menteri akan berlaku efektif tanggal 27 Juni mendatang. Yang akan dilakukan sekarang adalah pemilihan ketua baru Partai Buruh yang akan memangku jabatan sebagai perdana menteri, hingga Pemilu berikutnya.

Blair menyebut, salah satu yang banyak disorot dalam masa pemerintahannya adalah keterlibatan aktif Inggris dalam Perang di irak dan Afghanistan.

„Saya bisa jadi salah. Andalah yang berhak menilai. Tetapi saya mengambil keputusan itu dengan hati bulat. Karena merupakan hal yang saya anggap benar untuk negeri kita. Dan saya menduduki jabatan perdana menteri dengan harapan besar untuk masa depan Inggris. Dan saya kira saya meninggalkan jabatan itu bahkan dengan harapan yang lebih tinggi lagi untuk masa depan Inggris“.

Beberapa waktu sebelum pengunduran dirinya, pemimpin partai konservatif dengan ketus menyatakan pemerintahan Tony Blair sekarang sebagai suatu pemerintahan mayat hidup. Memang popularitas Tony Blair yang di amasa awal jabatannya sangat tinggi, belakangan merosot jauh. Namun Blair menyatakan bahwa secara umum 10 tahun masa pemerintahannya yang dimulai Mei 1997, merupakan suatu kisah sukses. Dulu, katanya, di kota pemilihannya itu, dan di berbagai kota di Inggris utara, untuk dirawat di rumah sakit saja bisa harus mengantri sampai setahun lebih. Dan banyak pensiunan yang harus menggigil menahan dingin sepanjang musim dingin karena tak mampu membiayai alat pemanas untuk rumahnya. Dan kata Tony Blair, semua irtu berubah di masa pemerintahannya:

„Hanya ada satu pemerintahan sejak tahun 1945, yang bisa menyatakan hal berikut: lapangan kerja yang lebih banyak, menurunnya pengangguran, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik, tingkat kejahatan yang menurun, dan pertembuhan ekonomi di setiap penjuru. Hanya satu pemerintahan. Yakni pemerintahan ini.“

Pagi hari Kamis itu, Blair terlebih dahulu mengungkapkan rencananya kepada para menterinya di kabinet, dalam suatu rapat tertutup di London. Seterusnya ia bertolak ke Sedgefield, dan mengumumkan pengunduran dirinya. Di tengah pidato Blair, sesekali terdengar suara rengekan anak kecil. Acaranya memang dilangsungkan di hadapan ghanya sekitar 200 an orang pengurus dan simpatisan partai buruh dan warga setempat, di sebuah kedai minum, bernama Trimdon Labour Club. Tepuk tangan membahana berulang kali. Sampai Tony Blair sering mengambil jeda untuk meneruskan kata-katanya.

Dan akhirnya, perdana menteri termuda Inggris saat terpilih pertama kali itu menyampaikan salam perpisahannya:

„Saya menyampaikan terima kasih saya kepada Anda semua, rakyat Inggris, untuk masa-masa keberhasilan saya menjalankan tugas. Dan terimalah permohonan maaf saya untuk kekekeliruan yang saya lakukan. Dan akhirnya, semoga sukses“.

Sempat hening sejenak. Sebelum Tony Blair melambaikan tangan salam terakhir. Tepuk tangan membahana. Dan perdana menteri dari partai buruh paling lama dalam sejarah Inggris itu berpelukan dengan isterinya, Cherrie, yang juga seorang pengacara.